alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Rapid Reaktif, Tiga Pedagang Pasar di Jombang Diminta Isolasi Mandiri

19 Mei 2020, 16: 10: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI. Rapid test yang dilakukan petugas kesehatan.

ILUSTRASI. Rapid test yang dilakukan petugas kesehatan. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Tiga pedagang asal Pasar Peterongan dan Pasar Ploso yang reaktif setelah dilakukan rapid test Sabtu (16/5),  diminta menjalani isolasi mandiri. Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-10 Kabupaten akan melakukan rapid test ulang 10 hari kemudian.

Anggota Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Wahyu Sri Hartini mengatakan, sudah meminta tiga pedagang itu untuk melakukan isolasi mandiri. ”Koordinasinya kita lakukan melalui puskesmas masing-masing,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (18/5).

Disinggung mengenai langkah uji swab, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jombang ini menyebut jika pedagang tersebut akan di-rapid test ulang terlebih dahulu. ”Rencana 10 hari kemudian setelah rapid pertama, setelah itu kita tentukan langkah selanjutnya,” papar dia.

Sementara Agus Purnomo Koordinator Bidang Pencegahan mengatakan, langkah rapid test dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini munculnya klaster lokal. ”Memang kita lakukan karena klaster lokal muncul di pasar tradisional, di Jombang belum ada, namun kita melihat dari kejadian kabupaten/kota tetangga,” ujarnya.

Bidang pencegahan saat ini masih berupaya melakukan koordinasi dengan Dinkes Jombang untuk rapid test di sejumlah pasar tradisional lain. Khususnya, pasar tradional yang berada di zona merah. ”Kita komunikasi terkait dengan kesiapan petugas dan alat rapid test-nya, mungkin nanti yang kita sasar Pasar Blimbing atau Pasar Cukir yang ada di zona merah,” papar dia.

Ditanya rapid test di pasar swalayan, Agus mengaku belum ada rencana. Meski di Jombang ada beberapa pasar modern yang kerapkali menjadi jujugan warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran. ”Namun sebagai antisipasi kita sudah seringkali turun mengimbau mereka untuk memakai masker, kita juga minta warga untuk selalu menaati anjuran pemerintah mengenai protokol pencegahan Covid-19 misalnya physical distancing dan cuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.

Disdagrin Tunggu Langkah Gugas PP

TERPISAH, Bambang Nurwijanto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengaku belum menerima atau mendapat informasi terkait hasil rapid test. Sehingga semua diserahkan pada Tim Gugas  PP Covid-19 Jombang.

“Tentunya harus koordinasi dengan teman-teman dinas kesehatan dan gugus tugas, kelanjutan setelah ini apa,” katanya usai mengikuti kegiatan di DPRD Jombang, kemarin (18/5). Bila ada pedagang yang hasil rapid test menunjukkan reaktif, maka akan ditindaklanjuti.

“Jelas akan ada tindakan, mungkin ada imbauan tidak berjualan dulu. Bisa digantikan pihak keluarga dan yang bersangkutan bisa isolasi mandiri,” sambung Bambang. Sudah semestinya dari Gugas mengambil langah sesuai prosedur bila terdapat pedagang yang reaktif.

Untuk itu pihaknya akan menunggu perkembangan lebih lanjut dari Tim Gugas. “Kalau untuk penutupan jelas banyak pertimbangan. Tidak hanya kita di perdagangan. Tahu sendiri pasar kan kebutuhan banyak orang. Jadi kebijakan harus diambil dengan arif,” pungkas Bambang.

(jo/fid/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia