alexametrics
Minggu, 05 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Nekat Cuti saat Lebaran, PNS Pemkab Jombang Bakal Diberi Sanksi Tegas

19 Mei 2020, 11: 55: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Senen, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Jombang

Senen, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Jombang (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat curi waktu cuti pada momen lebaran di tengah pandemi Covid-19 ini bakal disanksi tegas. Ini setelah pengajuan cuti tidak diperbolehkan kecuali ada urusan penting seperti melahirkan atau ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

“Mengajukan cuti juga dilarang. Kecuali ada urusan penting seperti sakit, melahirkan, atau ada keluarga yang meninggal. Selain itu tetap masuk seperti biasa,” ungkap Senen, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Jombang, kemarin (18/5).

Aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk PNS, tapi juga  tenaga honorer pemerintah mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten. Selain itu, aturan larangan mudik juga diberlakukan bagi PNS maupun tenaga honorer. Kecuali jika rumah dan tempat dinas memang berbeda kota.

“Tidak ada cuti bersama, tidak ada libur panjang. Libur hanya pada saat tanggal merah saja, setelah itu masuk seperti semula,” jelasnya. Meski begitu dia menjelaskan ada perubahan jadwal cuti bersama. Jika sebelumnya dijadwalkan 26-29 Mei, diubah menjadi 28-31 Desember mendatang.

”Jadi sesuai SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020, untuk jadwal cuti bersama tahun ini telah diubah, sehingga ASN tetap bekerja seperti biasa,” tambah dia.

Penetapan ini tertuang dalam revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Diantara isi SKB itu, jelasnya, cuti bersama Idul Fitri yang semula 26-29 Mei 2020 digeser menjadi 28-31 Desember 2020. Meski demikian, perayaan hari raya Idul Fitri tetap digelar pada 24-25 Mei 2020. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat tersebut ke semua instansi. Mulai tingkat kecamatan hingga pemerintah kabupaten.

“Aturan ini berlaku bagi honorer hingga PNS,” jelas Senen. Bagi ASN yang nekat mencuri waktu untuk cuti, akan ada sanksi pelanggaran disiplin. Ada tiga jenis sanksi yang disiapkan dengan tetap menyesuaikan bentuk pelanggarannya. Paling tidak, sanksi ringan, sedang dan bahkan sanksi berat tetap akan diterapkan bila perlu. ”Jadi kalau ada yang memaksa mudik, akan kita beri sanksi,” pungkas dia.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia