alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Penjual Durian Wonosalam Masih Bertahan di Sisa Panen Terakhir

19 Mei 2020, 11: 52: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi pasar buah Wonosalam. Meski sepi transaksi, beberapa orang yang berjualan mencoba bertahan.

Kondisi pasar buah Wonosalam. Meski sepi transaksi, beberapa orang yang berjualan mencoba bertahan. (Azmy Endiyana Z/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

Musim durian akan segera berakhir. Masih ada beberapa masyarakat sekitar yang menjajakan durian di pinggir jalan. Durian di sisa panen terakhir itupun tak memengaruhi rasa dan harganya.

JOMBANG - Pagi hari yang begitu cerah, jalan arah menuju Wonosalam begitu lengang. Maklum, seiring pandemi korona, tak banyak warga pelancong yang melintas menuju kawasan wisata alam ini. Meski begitu banyak terlihat di sepanjang jalan warga sekitar yang menjajakan buah durian.  

Seperti yang terlihat di pasar buah Wonosalam, berjarak sekitar 25 kilometer (km) dari Kota Jombang. Meski nampak sepi transaksi, beberapa orang yang berjualan mencoba bertahan.  

Hanya saja, pembeli yang datang ke pasar buah itu bisa dihitung jari. Padahal biasanya, liburan seperti ini cukup ramai pengunjung. “Ya memang agak sepi, terlebih lagi sekarang sudah bukan musim durian lagi. Ini saja sisa-sisa pohon yang berbuahnya terlambat,” ujar Ismiarti, salah satu pedagang.

Kondisi ini berbeda dengan hari Sabtu dan Minggu yang biasanya masih ada beberapa pelancong untuk berlibur serta membeli durian. Akan tetapi, karena pandemi korona, maka situasi sangat sepi. Pembeli yang datang sangat jarang dan bisa dihitung dengan jari.

“Memang sekarang sudah musim akhir durian, tapi tahun-tahun sebelumnya masih banyak yang beli,” ungkapnya. Disampaikan karena tidak ada pembeli dan buah durian juga  mulai habis, dia terpaksa menaikkan harga jual durian. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak pemasukan.

“Ya saat ini harganya jadi mahal, karena memang buah durian juga jarang. Dulu ada yang harga Rp 30 ribu, sekarang paling murah Rp 50 ribu” ungkapnya.

Siti pedagang lainnya juga membenarkan harga durian yang cenderung tinggi. Sebab, buah durian sudah sangat jarang ditemukan. Hanya sebagian saja, pohon durian yang masih berbuah. Itu pun sudah tidak banyak. “Memang pohon durian sudah sangat sulit dicari, kalau durian asli Wonosalam,” ungkapnya.

Tak heran untuk sekarang harga durian cukup mahal. Dibandingkan pada saat musim berbuah dulu. “Kondisi seperti sekarang, harga durian juga naik jadi pengunjung ya sepi,” ungkapnya.

Bahkan, diakuinya terkadang dirinya tidak mendapatkan uang. Kendati demikian dirinya tetap berjualan. Karena untuk kehidupan sehari-harinya. “Ya kalau ndak jualan nggak bisa makan mas, meski hasilnya sedikit tetap disyukuri,” pungkas Siti.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia