alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ada PNS Masuk KPM, Data Penerima Bansos di Jombang Tak Valid

18 Mei 2020, 12: 40: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala Desa Tambakrejo Moh. Nasir fadlillah menunjukan beberapa data yang dicoret karena ganda.

Kepala Desa Tambakrejo Moh. Nasir fadlillah menunjukan beberapa data yang dicoret karena ganda. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pendataan warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) ditingkat desa menuai beberapa kendala. Salah satunya ditemukan banyak data tak valid, mulai dari warga yang sudah meninggal dunia, hingga PNS masuk daftar penerima. Tak hanya itu, persoalan data ganda juga paling mendominasi.

Misalnya di Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang kemarin (17/5). Saat proses pemadanan data ditemukan ada 20-an lebih data yang kurang valid. Kepala Desa Tambakrejo Moh Nasir fadlillah mengatakan, data itu diterima dari kementrian sosial. ”Ada warga kami yang sudah meninggal, PNS masuk daftar KPM hingga perangkat desa sebelah masuk daftar kami,” ujar dia kepada sejumlah wartawan.

Dia menyebut, banyaknya data yang tak valid itu lantaran data yang disampaikan merupakan pendataan lima tahun silam. Seperti salah satu warganya yang kini berprofesi sebagai PNS, kala itu warga tersebut masih belum bekerja namun sekarang kondisinya sudah mapan dan hidup berkecukupan.

Sehingga ia langsung mencoret warga tersebut dari daftar penerima. ”Akhirnya kita temukan ada 20-an yang kurang valid namun paling banyak adalah data ganda, karena sebagian besar warga yang masuk data penerima kemensos sudah masuk data provinsi dan APBD kabupaten,” jelas dia.

Terhadap data yang tak valid itu, Nasir menyebut sudah dilakukan revisi berkali-kali. Sehingga bagi warga yang sudah dianggap mampu tak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. ”Dan hal ini serupa terjadi di beberapa desa,” jelas dia.

Saat penyaluran BLT DD tahap pertama kemarin, total ada 133 warga yang menerima dana BLT senilai Rp 600 ribu. Selain itu ada juga 746 warga yang menerima BLT APDB senilai Rp 200 ribu. ”Dari total 746 penerima, yang terserap sekitar 720-an karena lainnya data ganda dan kita beri tanda merah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyebut secara keseluruhan penyaluran dana bantuan lansung tunai sudah hampir rampung dan ditarget tuntas pekan ini. ”Penyaluran dana bantuan baik yang bersumber dari DD, APBD maupun kemensos alhamdulilah sudah mencapai 86 persen, sisanya kita targetkan sebelum lebaran selesai,” ujar dia kemarin.

Dia menambahkan, sesuai harapan pemerintah pusat agar penyaluran ditarget tuntas sebelum (20/5) mendatang. di Jombang sendiri, Sabtu (16/5) kemarin ada 10 titik penyaluran mulai dari Kecamatan Wonosalam hingga Plandaan. Di Kecamatan Bareng sendiri, penyaluran DD dipantau Wabup Sumrambah. ”Kita targetnya sebelum 20 Mei sudah tuntas untuk tahap pertama ini,” pungkasnya singkat.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia