alexametrics
Minggu, 07 Jun 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Desa di Jombang Ini Imbau Warga Tak Weweh dan Bawalan Saat Lebaran

17 Mei 2020, 05: 58: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Poster imbauan untuk warga desa atau luar desa agar tidak melakukan aktivitas weweh di malam terakhir Ramadan.

Poster imbauan untuk warga desa atau luar desa agar tidak melakukan aktivitas weweh di malam terakhir Ramadan. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Pencegahan penularan Covid-19 dilakukan dengan cara tak biasa di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Pihak desa memasang sejumlah poster imbauan warga desa ataupun luar desa agar tidak melakukan aktivitas weweh di malam terakhir Ramadan.

Termasuk melakukan bawalan saat lebaran nanti. Imbauan itu disampaikan tertulis melalui poster, yang isinya ‘Dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) dilarang weweh dan bawalan’. Poster ini yang terpasang di sejumlah pintu masuk Desa Jatipelem.

Dalam poster, disebut bila silaturahim atau halal bihalal disarankan dengan ecara daring atau lewat internet. “Ya, memang Pemdes yang memasang, baru kemarin malam,” ucap Parjono, Kades Jatipelem saat dikonfirmasi kemarin (16/5).

Pemasangan imbauan itu disebutnya sebagai upaya mencegah kunjungan dari warga luar yang lazimnya terjadi pada tradisi sepuluh hari terakhir Ramadan dengan mengantar makanan untuk kerabat atau biasa disebut weweh.

“Kan ada budaya weweh, mengantar makanan ke saudara atau sahabat. Ini yang kita cegah, karena kita tidak tahu status orang yang mengirim makanan seperti apa,” lanjutnya. Imbauan ini akan diberlakukan hingga halal bihalal saat lebaran nanti.

“Yang biasa kita sebut bawalan juga diharapkan tidak dengan berkunjung. Meski sudah budaya, tapi kondisi seperti ini mari saling menjaga,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia