alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Rapid Test, Tiga Pedagang Pasar Peterongan dan Pasar Ploso Reaktif

17 Mei 2020, 05: 41: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tim Gugas PP menggelar rapid tes di pasar tradisional secara masal di pasar Pon Jombang kemarin.

Tim Gugas PP menggelar rapid tes di pasar tradisional secara masal di pasar Pon Jombang kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Klaster pasar yang mendominasi munculnya kasus baru Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Timur, disikapi cepat. Kemarin (16/5), ratusan pedagang yang tersebar di lima pasar tradisional di Jombang menjalani rapid test serentak. Hasilnya, tiga pedagang menunjukkan hasil reaktif.

Lima pasar tradisional yang menjadi target utama rapid test itu meliputi pasar citra niaga (PCN) atau Pasar Legi Jombang, Pasar Pon, Pasar Tunggorono, Pasar Peterongan dan Pasar Ploso. Tidak hanya pedagang yang menjadi penghuni pasar, rapid test juga dilakukan ke pedagang sayur dan pedagang musiman.

Di Pasar Pon Jombang misalnya ada 30 pedagang yang diambil sampel darahnya. Dari pantauan koran ini  satu persatu pedagang yang menjadi penghuni pasar didata secara detail. Mereka kemudian diambil sampel darah untuk tes cepat Covid-19. ”Kita lakukan ini sebagai bentuk pencegahan, sekarang klaster pasar bermunculkan,” ujar Agus Purnomo Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang, kemarin (16/5).

Pihaknya, secara bersamaan menggelar tes di lima pasar di Jombang. Mulai Pasar Pon, Pasar Legi sebanyak 30 pedagang, Pasar Tunggorono 10 pedagang, Pasar Peterongan 33 pedagang dan Pasar Ploso 30 pedagang. Tidak hanya pedagang tetap yang setiap hari berjualan di lima pasar itu yang menjalani rapid test.

Sejumlah pedagang keliling yang berjualan di depan pasar juga di-rapid test. ”Khususnya pedagang bahan pokok dan ayam karena mereka paling sering berinteraksi dengan pembeli,” papar dia.

Setiap pasar, dijatah 30-50 alat uji cepat Covid-19 ini. Agus menyebut ada keterbatasan alat sehingga belum bisa menjangkau semua pedagang. Kecuali di Pasar Tunggorono yang hanya mengambil 10 pedagang karena memang penerapan physical distancing tertata cukup bagus. Jarak antara pedagang dengan pembeli juga cukup jauh. ”Kita prioritaskan pedagang yang sering berinteraksi dengan pembeli dulu,” terangnya.

Ditanya langkah Tim Gugas PP Covid-19 jika ada pedagang yang reaktif, Agus akan segera melakukan protokol penanganan Covid-19. Pedagang yang diketahui hasil rapid test reaktif akan diantar ke puskesmas terdekat untuk menjalani uji swab. Termasuk menjalani karantina mandiri sampai hasil uji swab turun.

”Tapi hari ini belum bisa kita ketahui hasilnya. Kalau ada yang reaktif akan kita tangani sesuai penanganan Covid-19,” tegasnya. Ke depan, langkah antisipasi klaster pasar juga akan dilakukan ke pasar tradisional lainnya. Termasuk pasar di wilayah zona merah seperti Pasar Cukir dan Pasar Perak. “Segera kita jadwal lokasi pasar lain dengan melihat kesiapan tim petugas,” tambah Agus.

Sementara, informasi yang digali koran ini menyebut sedikitnya ada tiga pedagang yang hasil rapid test menunjukkan reaktif. Dua pedagang itu terdata di Pasar Peterongan dan Pasar Ploso. Seluruhnya pedagang sayur dan pracangan yang selama ini berinteraksi langsung dengan pembeli.

Dikonfirmasi hal ini Kadinkes Jombang drg Subandriyah, melalui dr Wahyu Sri Hartini Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit membenarkan adanya tiga pedagang yang hasil rapid test menunjukkan reaktif. “Pasar Peterongan ada 2 dan Pasar Ploso 1,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia