alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Polres Jombang Bongkar Jaringan Peredaran Sabu-Sabu, 9 Pelaku Dibekuk

15 Mei 2020, 14: 29: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, sabu-sabu.

Ilustrasi, sabu-sabu. (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Empat pengedar dan lima pengguna sabu aktif berhasil dibekuk jajaran satreskoba Polres Jombang dalam serangkaian penangkapan. Seluruhnya, kini ditahan di Mapolres Jombang sambil menunggu kasusnya berproses.

“Seluruhnya ditangkap di lokasi berbeda, selama beberapa hari. Namun seluruhnya masih satu jaringan,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid.

Serangkaian penangkapan ini bermula dari polisi yang melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Agus Indarwanto alias Gundul, 34. Ia ditangkap di sebuah rumah di Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan. “Tersangka ini pengedar dan sudah jadi TO, saat penggeledahan di rumahnya ditemukan 0,36 gram sabu, serta alat hisap lainnya,” lanjutnya.

Dari keterangan Gundul inilah, polisi kemudian berhasil mengembangkan dan melakukan penangkapan kepada delapan orang lainnya. Masing masing adalah  Muri, 40, warga Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Heri Sukamto, 38, warga Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, Selamet Riyanto, 33, warga Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Slamet Santoso, 35, warga Kademangan Kecamatan Mojoagung dan Akhmad Khamdan Yuafi, 29, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.

Ada pula Fatchur Rochman, 29, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Budi Santoso alias Cipuk,29, warga Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, dan Saiful Ghozi alias Cip, 33, warga Kampung Dalem, Kota Kediri. “Salah satu dari delan itu bandar, yaitu atas nama Muri, “ tambahnya.

Dari kesembilan pelaku yang diamankan, Mukid menyebut berhasil menyita barang bukti sabu-sabu dengan berat kotor mencapai  18,4 gram, 10 unit ponsel berbagai merek, tiga timbangan digital, sejumlah alat hisap sabu (bong), serta uang tunai mencapai Rp 1.450.000. 

“Seluruhnya mengaku baru bekerja dan berjejaring selama tiga bulan terakhir. Dan merupakan jaringan baru yang belum pernah diendus polisi,” tambahnya.

Atas perbuatannya, sembilan orang ini kini ditahan dengan jeratan pasal berbeda. Bagi mereka yang hanya jadi pengguna, polisi menerapkan Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI  Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan bagi pengedar, mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI  nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia