alexametrics
Minggu, 05 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Jadi Korban PHK, Warga Mojokerto Ini Terpaksa Edarkan Uang Palsu

15 Mei 2020, 14: 19: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Barang bukti uang palsu yang disita dari tangan RD, 44, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Barang bukti uang palsu yang disita dari tangan RD, 44, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (IST/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – RD, 44, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto harus berurusan dengan Satreskrim Polres Jombang. Ini setelah pria korban PHK ini nekat mengedarkan uang palsu (Upal) di Jombang (12/5). 

”Pelaku ditangkap di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, sesaat setelah beraksi mengedarkan uang palsunya,” terang Iptu Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang.

Penangkapan pelaku bermula aksinya memperdayai penjual pisau keliling yang biasa mangkal di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Selasa (12/5) siang.

Seperti pembeli pada umumnya, pelaku pun serius memilih barang yang akan dibeli. Singkatnya, dia menjatuhkan pilihan pada pisau seharga Rp 10 ribu. Aksi nakalnya pun dimulai, pelaku mengaku hanya membawa uang pecahan Rp 100 ribu, sementara penjual hanya memiliki uang kembalian sebanyak Rp 80 ribu.

”Waktu itu penjualnya ngomong kalau cuma punya kembalian Rp 80 ribu, si RD mengiyakan saja, setelah uang kembalian dia pegang, dia baru menyerahkan uang pecahan Rp 100 ribu palsu,” rincinya.

Tak ingin tipu dayanya terbongkar, pelaku segera beranjak meninggalkan lapak penjual. Curiga dengan gerak-gerik pembelinya yang mencurigakan, korban lantas memeriksa uang pecahan Rp 100 ribu yang dari pelaku. ”Setelah dicek ternyata palsu, terlihat dari permukaan uang kertas yang sangat kasar dengan cat yang pudar,” bebernya.

Sadar dirinya tertipu, korban berusaha mengejar pelaku sambil meminta tolong warga sekitar. ”Beruntung saat itu ada anggota yang sedang bermaksud memberi zakat ke pedagang pisau itu, akhirnya dikejarlah pelaku dan berhasil ditangkap,” tambah Cristian.

Dari penggeledahan, polisi menemukan puluhan uang kertas Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu  yang diduga palsu dari tas pelaku. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Jombang. ”Total barang bukti yang ditemukan uang palsu senilai Rp 2.550.000, pelaku diamankan ke mapolres dan kini statusnya sudah tersangka,” lontarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku nekat membuat dan mengedarkan uang palsu lantaran terhimpit masalah ekonomi. Dia mengaku baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai penjual tiket di salah satu pelabuhan lantaran terkena PHK.

”Dia juga mencetak uangnya dengan printer sederhana, dan bahannya dari kertas HVS biasa. Kepada pelaku dikenakan UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang,” pungkas Cirstian.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia