alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Lebih Dekat dengan Fatoni, Kepala SMA Negeri Ngoro

Tempuh Pendidikan Magister Empat Kali

10 Mei 2020, 20: 10: 47 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

H Fatoni, Kepala SMAN Ngoro.

H Fatoni, Kepala SMAN Ngoro. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

Bagi civitas akademik SMAN Ngoro dan SMAN Mojoagung tentu tak asing dengan sosok kepala sekolah satu ini. Kiprahnya di dunia pendidikan cukup lama. Apalagi, di bawah kepemimpinannya beberapa sekolah kerap berprestasi baik akademik maupun non akademik. Dia adalah H Fatoni Kepala SMAN Ngoro yang juga Plt Kepala SMAN Mojoagung.

JOMBANG - Fatoni  lahir di Mojokerto 27 Juni 1967 dari pasangan Samiun dengan Aminah asli Mojokerto. Sejak kecil, Fatoni sudah diajarkan disiplin dan kerja keras meski ayahnya berdagang di pasar. Ia pun sering membantu ayahnya berjualan. ”Saya anak nomor dua dari tiga bersaudara,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Fatoni kecil menghabiskan waktu di Mojokerto. Mengawali pendidikan di SDN Kranggan 2 lulus 1982, kemudian ke SMPN 3 Mojokerto lulus 1985. Setelah itu, melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Mojokerto lulus 1988. ”Sejak kecil saya bercita-cita menjadi guru dan Alhamdulilah Allah SWT mengabulkan,’’ sambung dia.

Lulus dari SPGN, Fatoni kemudian melanjutkan ke IKIP Surabaya mengambil jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKN) lulus 1993. Dalam riwayat pendidikannya, Fatoni juga pernah menempuh pendidikan pasca sarjana hingga empat kali.

Kali pertama pendikan S2 itu ditempuh di Universitas Teknologi Surabaya (UTS) dengan mengambil Magister Manajemen Pendidikan (M.MPd) lulus 2007. Belum puas, ia memelajari Magister Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan gelar (M.Pd). Setelah itu, dia mengambil Magister Managemen (MM) lulus 2017 dan berlanjut Magister Administrasi (M.Si) di Universitas WR Supratman Surabaya.

”Sehingga gelar saya mungkin yang paling panjang diantara kepala sekolah lain,’’ tambahnya. Fatoni mengawali karir menjadi guru tidak tetap (GTT) di SMAN 1 dan SMAN 3 Jombang sebagai guru mata pelajaran IPS. ”Saya masuk 1993, sejak saat itu saya memutuskan untuk menetap di Jombang,’’ tandasnya.

Menjadi GTT dijalaninya cukup lama hampir enam tahun. Hingga kemudian 1999 dia lolos perekrutan PNS dan mendapat tugas pertama di SMAN Jogoroto. ”Setelah mengajar cukup lama, akhirnya 2008 saya mengikuti perekrutan kepala sekolah,’’ pungkasnya.

Terpilih Bendahara MKKS SMAN Jombang

SEBAGAI salah satu kepala sekolah berkompeten, Fatoni dipercaya mengatur urusan keuangan dalam komunitas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Jombang sejak 2019.

Fatoni menceritakan, dirinya kali pertama gabung menjadi anggota MKKS saat diangkat menjadi kepala SMAN Bandarkedungmulyo 2008 silam. ”Karena MKKS ini kan forumnya kepala sekolah, jadi saya masuk sebagai anggota saat menjadi kepala SMAN Bandarkedungmulyo,’’ ujar dia kemarin.

Setelah hampir enam tahun aktif di organisasi tersebut, ia kemudian dipercaya menjadi Sekretaris MKKS. ”Saya menjadi sekretaris cukup lama hingga 2019, sebelum akhirnya dipercaya menjadi bendahara,’’ tambah dia.

Menjadi bendahara, menurutnya bukanlah beban berat. Justru dirinya merasa bangga karena diberi amanah dan kepercayaan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan anggaran di MKKS. ”Kami terbiasa bekerja bersama dan segala keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah,’’ tandasnya.

Sejak kuliah, Fatoni memang sudah bergabung di oganisasi kemahasiswaan. Tepatnya himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) IKIP Surabaya. Sehingga sedikit banyak ia mendapat banyak pengalaman tentang sosial dan kepemimpinan. ”Karena saya suka kegiatan sosial, sering mengadakan baksos dengan turun ke masyarakat, pengabdian, sehingga belajar banyak hal,’’ papar dia.

Untuk olahraga, Fatoni menyukai catur. Hanya saja, catur yang diikutinya bukan untuk perlombaan namun sekedar hobi untuk mengasah otak. ”Saya kalau main catur suka kebablasan, mulai setelah isya sampai subuh,’’ pungkasnya sambil tersenyum.

11 Tahun Jadi Kepala Sekolah

TUGAS tambahan sebagai kepala sekolah dijalani H Fatoni hampir 11 tahun. Di bawah kepemimpinannya, telah banyak prestasi yang ditunjukkan, baik akademik maupun non akademik. Bahkan tak sedikit pula anak didiknya yang meraih prestasi di kancah nasional.

Mengawali karir di SMAN Bandarkedungmulyo 30 Desember 2008, ia tertantang untuk mewujudkan sekolah pinggiran  menjadi sekolah yang lebih dikenal masyarakat. Akhirnya, dia berinisiatif mengembangkan potensi SDM yang sudah ada. ”Setelah saya petakan, anak-anak pintar karate dan itu kita bina beberapa tahun. Akhirnya berhasil menjuarai kejuaraan karate tingkat nasional. Saat itu juara 1,’’ ujar dia bangga.

Keberhasilan mengukir prestasi itu kemudian dijadikan motivasi diri. Setelah dipindah ke SMAN Jogoroto, pemetaan itu kembali dilakukan. Meski ditugaskan di sekolah pinggiran, Fatoni tak merasa minder. Justru dia merasa tertantang untuk menjalankan amanah dengan maksimal. ”Saya disana hampir dua tahun,’’ tambah dia.

Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, banyak prestasi yang ditorehkan. Salah satunya juara 1 Paskibra tingkat Jawa Timur. ”Alhamdulilah saat itu latihan intensif sekali, dan akhirnya berhasil mendapat juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur,’’ terangnya. Atas keberhasilannya itu Fatoni kembali  dipindah. Tepatnya 4 Maret 2015 dipercaya menjadi kepala SMAN Ploso. ”Kalau di SMAN Ploso saya masih ingat betul, berhasil meraih juara 2 lomba pramuka tingkat provinsi,’’ paparnya.

Setelah itu, Fatoni dipindah ke SMAN Ngoro 2 Januari 2019 sampai sekarang. Bahkan, ia juga dipercaya mengemban amanah ganda dengan menjadi plt kepala SMAN Mojoagung 1 oktober 2019. ”Di SMAN Ngoro prestasi anak-anak juga cukup membanggakan. Seluruh siswa lulus 100 persen dan 29 anak masuk SNMPTN jalur undangan,’’ terang dia.

Lebih dari itu, di tempat tinggalnya sekarang, Fatoni juga aktif di bidang keagamaan. Ia dipercaya menjadi ketua takmir musala Baiturohman di lingkungan rumahnya Kelurahan Kepanjen. ”Untuk menjaga kesehatan, saya juga aktif di kegiatan seni pernafasan Satria Nusantara,’’ papar bapak tiga anak ini.

Fatoni menikah dengan Ernie (guru SMAN 3 Jombang) 19 September 1993. Dari pernikahannya itu keduanya dikaruniai tiga anak, yakni Lazuardi Adnan Faris, Fani Ilmi Nusaibah, dan M Faiz Roihan.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia