alexametrics
Minggu, 05 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

BLT dari APBD Kabupaten Jombang Ditransfer Melalui Rekening Desa

07 Mei 2020, 18: 25: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Akhmad Jazuli, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang

Akhmad Jazuli, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 dari APBD kabupaten sudah mulai disalurkan, kemarin (6/5). Dana untuk masyarakat terdampak itu sudah ditransfer melalui rekening desa. Setelah itu, dana diberikan ke masyarakat secara tunai.

”Jadi kita transfer ke rekening desa, tidak rekening pribadi seperti penerima bantuan dari Kemensos,” ungkap Akhmad Jazuli, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang. kemarin. Sebenarnya, ada skenario lain dalam penyaluran bantuan ini. Yakni pemkab turun langsung ke desa-desa dengan membawa uang tunai.

Uang tunai itu kemudian diterimakan ke 77.686 KK. Namun setelah dipertimbangkan bersama, skenario itu dinilainya tidak efektif dan efisien. Terlebih akan mengundang banyak warga dan bukan tidak mungkin terjadi kerumunan.

Sehingga diubah melalui rekening desa yang kemudian teknis penyalurannya diserahkan pada pihak desa. ”Apa nanti diserahkan per dusun atau apa,” tambahnya. Yang pasti, lanjut Jazuli, penyaluran bantuan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa dilakukan melalui transfer rekening desa.

Baru kemudian, dana yang sudah masuk ke rekening desa itu diteruskan ke masyarakat penerima. Penyaluran secara tunai ini harus dipantau tiga pilar dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 ini juga harus disertai tanda terima lengkap tandantangan penerima. ”Jadi ada tanda terima, TKSK dan tiga pilar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika bantuan diserahkan melalui rekening pribadi, Jazuli khawatir akan keselamatan dan keamanan warga penerima. ”Karena 77 ribu bukan angka sedikit. Malah menimbulkan kerumunan banyak nanti, dan tidak efisien,” jelas dia lagi.

Bantuan yang diberikan ke 77.686 KK di Jombang itu bersumber dari APBD kabupaten. Bantuan uang tunai Rp 200.000 diterimakan tiga bulan April-Mei-Juni. Sedangkan bantuan dari APBD provinsi juga sama senilai Rp 200 ribu. Hanya saja, teknis untuk bantuan dari APBD provinsi sampai sekarang belum jelas, apakah akan diterimakan dalam bentuk uang atau barang. ”Kita belum dapat informasi, sampai sekarang belum tahu, yang jelas sama Rp 200 ribu,” imbuhnya.

Jazuli mengingatkan kepada masyarakat penerima bantuan Covid-19 dari APBD kabupaten dan provinsi harus legowo, karena nilai uang yang akan diterimakan tidak sama dengan BLT Kemensos maupun BLT dana desa (BLT DD). “Saya harap masyarakat saling memahami, kemampuan kita 200 ribu, kalau disamakan nanti tidak bisa merata,” pungkas dia. (wen)

Bansos Rawan Dimainkan

KETUA DPRD Jombang Mas’ud Zuremi menyebut dana bansos BLT DD rawan dimainkan. Selain ada bantuan serupa yang bersumber dari provinsi dan pemerintah pusat dengan tujuan sama warga terdampak Covid-19. Sejauh ini verifikasi data yang dilakukan cukup menyita waktu agar bantuan tepat sasaran.

”Ya memang bantuan ini harus tepat sasaran jangan sampai tumpang tindih,” ujarnya dikonfirmasi kemarin. Demi  transparasi pendataan yang dilakukan, menurut Mas’ud setiap desa harus mengumumkan nama data penerima bantuan di papan informasi atau di tempat yang mudah diakses oleh masyarakat.

Sehingga masyarakat menjadi tahu siapa saja yang mendapat bantuan sosial tersebut. Selain meminimalisir tumpang tindih penerima bantuan, hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui siapa saja warga yang menerima bantuan. Dengan harapan, penerima yang disampaikan secara terbuka itu benar-benar warga terdampak dan bukan karena faktor like atau dislike.

”Sudah saatnya transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Dengan begitu bantuan bisa dirasakan oleh warga yang benar-benar terdampak,” ungkapnya. Dia juga mewanti-wanti agar bansos tidak dimainkan, dengan melakukan pendataan secara sembarangan.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih bersabar lagi untuk menerima bantuan. Tetap di rumah selama masa pandemi dan menggunakan masker jika harus keluar rumah. ”Semoga pendataan segera selesai dan segera dibagikan ke masyarakat penerima,” pungkasnya.

(jo/wen/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia