alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

23 Siswa SMA dan SMK Swasta di Kabupaten Jombang Tak Lulus

06 Mei 2020, 16: 19: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang

Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 23 siswa SMA/SMK swasta dinyatakan tak lulus. Selain nilai akumulasi yang tidak memenuhi syarat, diantara mereka banyak yang tidak mengikuti ujian akhir. Termasuk jarang masuk sekolah sehingga dinyatakan tak memenuhi kriterias kelulusan.

Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang menyampaikan, dari total siswa SMAN di Jombang 2.294 dinyatakan lulus 100 persen. Sementara, ada 12 siswa SMA swasta yang terpaksa tidak lulus. “SMA swasta jumlahnya 3.355 siswa, yang tidak lulus 12,” katanya.

Begitu juga siswa SMK negeri, sesuai hasil pengumuman lulus semua. Sedangkan SMK swasta, terdapat sejumlah siswa yang tidak lulus. “Siswa SMK negeri jumlahnya 2.798 siswa, semua lulus. Untuk SMK swasta jumlahnya 6.344 siswa, yang tidak lulus 11,” papar dia.

Disinggung mengenai faktor penyebab ketidaklulusan baik siswa SMA swasta maupun SMK swasta, dia menyebut  bermacam faktor. Salah satunya, nilai yang dihasilkan jauh di bawah standar alias jelek dan jarang masuk sekolah. “Tidak ikut ujian semester hingga jarang masuk sekolah,’’ beber mantan Kacabdin Blitar ini.

Dia menambahkan, penentuan kelulusan kelas 12 didapat dari penghitungan nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK)  dan gabungan nilai akhir yang didapat dari nilai semester terakhir. “Karena ada dampak Covid-19 ini penentuan dilakukan dari nilai kumulatif lima semester terakhir dan lain-lain,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah mengimbau semua kepala sekolah, agar siswa yang lulus tidak melakukan konvoi. Siswa dari kalangan mampu bisa diwujudkan dengan menyalurkan baju seragam ke masyarakat tidak mampu. “Seperti besok ada pembagian sembako dari siswa yang lulus. Termasuk ada juga istigosah sebagai bentuk syukur lulus,” pungkas Trisilo.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia