alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kalangan Dewan Minta Pemanfaatan Tandon Cuci Tangan Dimaksimalkan

05 Mei 2020, 14: 14: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pengadaan tandon cuci tangan dengan sabun yang dilakukan Pemkab Jombang.

Pengadaan tandon cuci tangan dengan sabun yang dilakukan Pemkab Jombang. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pengadaan tandon cuci tangan dengan sabun yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah mendapat catatan dari wakil rakyat. Alat yang sudah dibeli dengan anggaran besar itu harus termanfaatkan secara maksimal. Penempatan tandon yang dipilih juga harus tepat.

“Efektif dan efisien itu dilihat dari sisi mana. Misal kalau tandon cuci tangan kita lihat penempatannya. Kalau diletakkan di trotoar yang sepi, ya siapa yang mau pakai,” ungkap M.Syarif Hidayatullah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, kemarin.

Penempatan tandon di lokasi yang tepat membuat alat yang sudah dibeli akan bermanfaat untuk banyak orang. Penempatan tandon bisa dilakukan di titik-titik keramaian. Misalnya sekitar pasar atau fasilitas umum.

Baca juga: Berstatus PDP, Bayi 11 Bulan Asal Jombang Langsung Jalani Uji Swab

“Jangan meletakkan tandon di trotoar yang sepi orang. Tidak mungkin pengendara sepeda motor mau berhenti hanya untuk cuci tangan,” tambah dia.

Selain itu peralatan yang dibeli harus berkesinambungan. Artinya setelah pandemi covid-19 ini selesai, alat masih bisa dimanfaatkan. Namun harus ada upaya perawatan yang baik secara berkesinambungan dari pemerintah.

Salah satu bentuk perawatan yang dilakukan bisa dengan mengisi air setiap hari agar bisa dimanfaatkan secara maksimal. Beberapa keluhan termasuk video yang tersebar di jagat maya tentang kosongnya isi tandon membuat dia prihatin. Sebab, tandon yang dibeli mahal itu ternyata pemanfaatannya tidak maksimal.

“Keluhan masyarakat harus diapresiasi, agar pemerintah lebih baik lagi, koordinasi juga lebih baik. Isi tandon setiap hari, jangan sampai kehabisan air. Kalau ada tandon tapi tidak ada isinya kan sama seperti mubazir,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan pandemi Covid-19 tidak boleh dimanfaatkan untuk menghambur-hamburkan anggaran. Terlebih membeli alat yang kemanfaatannya tidak terlalu penting.

“Jangan dimanfaatkan seperti itu di tengah pandemi ini. Saling koordinasi dengan baik satu dengan yang lain agar tujuan pemutusan mata rantai Covid-19 bisa sukses,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP