alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Mengenal Suryanto, Kepala MAN 7 Jombang, Perintis MGMP MTsN Jatim

03 Mei 2020, 15: 33: 07 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suryanto menerima piagam penghargaan Sekolah Adiwiyata Jawa Timur 2019.

Suryanto menerima piagam penghargaan Sekolah Adiwiyata Jawa Timur 2019. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Bagi civitas akademik MAN 7 Jombang maupun kelompok kerja madrasah (KKM) MAN Jombang tentu tak asing dengan sosok Drs H Suryanto M.PdI. Selain supel, ia dikenal humoris dan rendah hati.

Suryanto lahir di Lamongan, 1 Maret 1967 dari pasangan bapak Aminun dan Ibu Siti Muchayah. Sejak kecil, Suryanto besar di Lamongan. Ia mengawali pendidikan dasarnya di SDN Lamongan lulus 1979. Setelah itu, melanjutkan SMP di Lamongan lulus 1982. Baru setelah ia mencari ilmu di Jombang dengan bersekolah di MAN Tambakberas lulus 1985. ”Saya sekolah sambil mondok,” ujar Pak Sur, sapaan akrabnya.

Setelah lulus dari MAN Tambakberas, Suryanto melanjutkan pendidikan ke IAIN Malang Fakultas Tarbiyah (1990). Tak cukup disitu, ia juga merampungkan pendidikan pasca sarjana  di Unhasy Tebuireng (2006).

Perjalanan karirnya diawali dengan mengajar di MTsN Ngrembang Ngoro sekitar 1980-an. Di sekolah pinggiran itulah karir Suryanto mulai terlihat. Salah satu yang paling berkesan, ia mendirikan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Jawa Timur. Cerita itu bermula saat ia mengikuti diklat guru-guru IPS dari berbagai daerah di Indonesia di IKIP Semarang 1994 silam.

”Alhamdulillah saya terpilih menjadi the best one atau peserta terbaik dari 10 terbaik dan sepulang dari Semarang saya beserta peserta lain mendirikan MGMP MTsN Jawa Timur, saya kemudian dipercaya menjadi sekretaris,” sambungnya bangga.

Sejak saat itu, Suryanto, kemudian dikenal jajaran Kanwil Kemenag Jawa Timur hingga kemudian di usia 30, sekitar 1989, dipromosikan menjadi Kepala MTsN Ngrembang Ngoro. Kepada koran ini kemarin (25/4), ia menyebut jabatan pertama yang disandangnya sebagai Kepala MTsN Ngrembang cukup lama hampir 13 tahun. Baru pada 2002 ia dimutasi ke MTsN Megaluh. ”Disana (MTsN Megaluh) saya cuma tiga tahun,” jelas dia.

Pengalamannya memimpin di jenjang MTs terus mendapat pengakuan. Tak heran, selepas dari MTsN Megaluh, Suryanto kemudian dimutasi ke MAN Kaliwungu 2005. ”Atau sekarang menjadi MAN 8 Jombang di Plandi,” jelas dia. Pada 2011, Suryanto kemudian dimutasi ke MAN Mojoagung (MAN 6 Jombang) hingga 2016 sebelum akhirnya dimutasi ke MAN 7 Jombang hingga sekarang.

Managemen yang diterapkan Suryanto selama menjabat juga teruji di organisasi. Terbukti, dia juga dipercaya sebagai Ketua KPRI Bahagia sejak Februari 2020. Hingga sekarang, Suryanto juga dipercaya menjadi Sekretaris KKM MAN Jombang dan ketua Takmir Masjid Miftahul Jihad yang terletak di Jl Gubsur VII Jombang.

Sandang Kepala Madrasah Berprestasi

KERJA kerasnya dalam membina sekaligus memimpin madrasah, Suryanto beberapa kali berhasil meraih prestasi. Tidak hanya di tingkat Jawa Timur, prestasi itu bahkan didapatkannya di tingkat nasional.

Suryanto menceritakan, beberapa prestasi yang diraih dalam tiga tahun terakhir misalnya juara 1 kepala madrasah berprestasi tingkat Kabupaten Jombang 2017, kemudian juara 1 kepala madrasah berprestasi tingkat MA Jombang 2018, lalu juara 1 kepala madrasah berprestasi tingkat MA Jawa Timur 2018, kemudian juara 3 lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah tingkat MA Jawa Timur 2018, lalu juara 3 lomba Lingkungan Madrasah Sehat/ Bersih Jawa Timur 2019 dan terakhir adalah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2019.

”Saya selalu menanamkan motto di setiap sekolah yang saya pimpin ‘Keterbatasan sumber daya bukan alasan untuk tidak berprestasi’. Bagaimanapun juga kondisi madrasah, pasti ada potensi terpendam. Potensi itu yang harus dilejitkan,” papar dia.

Suryanto sendiri menjadi Sekretaris KKM MAN Jombang sejak 2009 hingga sekarang. Lebih dari itu, ia juga dipercaya menjadi Sekretaris KKM MA negeri dan swasta. ”Saya awalnya menjadi bendahara sejak 2005 hingga 2009. Kemudian diganti Bu Erma (Kepala MAN 1 Jombang,” terang laki-laki yang tinggal di Jl Gubernur Suryo Blok VII J/26 Jombang ini.

Meski aktif menjadi kepala madrasah, Pak Sur hingga sekarang aktif membina MGMP Sejarah MAN Kabupaten Jombang. ”Karena saya pernah jadi guru inti sejarah, Fiqih, Qur'an Hadis dan Akidah Akhlak,” terangnya. Sebagai pembina MGMP, dia pun sering keliling saat ada kegiatan MGMP. Kegiatan atau pertemuan MGMP sering diadakan setiap satu bulan sekali.

”Jadi pertemuan MGMP MAN Jombang ada 10-11 kali dalam setahun, jadi saya pastikan hadir di setiap pertemuan,” tandas dia. Suryanto mengaku banyaknya kegiatan di sekolah membuat waktunya berolahraga sangat terbatas. Untuk itu sejak 2007 hingga sekarang ia aktif mengikuti olahraga seni pernafasan di Satria Nusantara (SN) Jombang. ”Saya juga dipercaya menjadi ketua,” tegasnya.

Suryanto menikah dengan Budy Ernawati dan dikaruniai tiga anak. Masing-masing Dimas Wahyu Pratama, Akbar Surya erlangga dan Aulia Syalwa Rizky Ananda. Beruntung keluarga besarnya bisa menerima kesibukannya dengan iklas dan aktif berkomunikasi sampai sekarang.

Wujudkan Madrasah Riset, Atletik dan Sastra

SEBAGAI Kepala MAN 7 Jombang Suryanto memiliki visi misi mewujudkan madrasah riset, atletik dan sastra. Itu semua diwujudkan dengan torehan prestasi baik akademik maupun non akademik yang telah diraih.

"MAN 7 Jombang sudah menjelma menjadi Madrasah Atletik, Madrasah Riset dan Madrasah Sastra karena pembinaan dan prestasi yg telah diraih anak-anak. Baik tingkat Kabupaten Jombang, Wilker Surabaya maupun tingkat Propinsi Jawa Timur," ujar bapak tiga anak ini.

Di tengah keterbatasan sumber daya madrasah, dia optimistis jika mampu mewujudkan visi misi dengan maksimal. Meski madrasah yang terletak di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan ini berada di pinggiran. "Memang letaknya di pinggir Brantas, pinggir hutan Pucangan, tapi kalau digali pasti ada potensi. Dan terbukti potensinya tiga tadi, atletik, riset dan sastra," jelasnya.

Sedangkan, MAN 7 Jombang mendapat sebutan Madrasah Atletik karena sejak 2016-2019 meraih juara umum (tropi terbanyak) tingkat Kabupaten Jombang baik Olimpiade Atletik penyelenggara MGMP Penjaskes MAN Kabupaten Jombang, perebutan piala bupati, maupun Piala PASI/Koni Jombang. "Sehingga madrasah kita mendapat sebutan Madrasah Atletik," tegas dia.

Untuk julukan Madrasah Riset, pihaknya pernah meraih juara harapan 1 tingkat nasional, juara 1 dan 3 tingkat propinsi beberapa kali, serta juara tingkat kabupaten yang diselenggarakan perguruan tinggi di Jombang. Baik Unwaha, Unhasy maupun Unipdu. "Tahun 2018 kita juara 3 Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah tingkat Propinsi Jawa Timur bidang riset," jelasnya serius.

Sementara julukan Madrasah Sastra karena MAN 7 Jombang selalu rutin meraih tropi bergilir Gubernur Jatim, Wali kota Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan Rektor UM Surabaya setiap tahun sejak 2016-2019. Tropi itu diraih dengan berbagai kejuaraan sastra yang diikuti.

"Dan piala-piala tersebut sekarang masih berada di MAN 7 Jombang. Kita juga selalu dapat juara saat lomba stand-up komedi se Jatim di Mojokerto. Maklum anak-anak kan bertempat tinggal di di daerah ludruk (Kudu, Kabuh, Ngusikan, dan Kemlagi-Gedek Mojokerto)," pungkas Suryanto.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia