alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Sidang Dibatasi Akibat Korona, Pertumbuhan Janda-Duda di Jombang Turun

03 Mei 2020, 14: 14: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Gedung Pengadilan Agama (PA) Jombang.

ILUSTRASI: Gedung Pengadilan Agama (PA) Jombang. (Azmy Endiyana Z/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Wabah korona berdampak pada sidang cerai di Pengadilan Agama (PA) Jombang. Jumlah kasus yang disidangkan, dibatasi agar tidak terjadi kerumunan orang.

”Untuk kasus perceraian bulan ini (April) terus menurun,” ujar Ahmad Thoha, Humas PA Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang. Pihaknya menjelaskan, usai Kabupaten Jombang dinyatakan sebagai zona merah Covid-19, pihaknya melakukan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya pembatasan sidang.

”Kalau hari biasanya kita menerima 25 kasus mulai dari peceraian, dispensasi kawin, perwalian dan lain sebagainya. Sekarang kita membatasi hanya menerima 10 kasus saja,” bebernya. Tidak hanya pembatasan kasus yang masuk, jadwal sidang juga diatur tidak seperti biasanya.

”Misal apabila tergugat dan penggugat sama-sama hadir jadwal sidang berikutnya, kami beri jarak satu minggu. Kalau ada yang salah satu atau keduanya tidak hadir, kami tunda sekitar dua minggu untuk melakukan pemanggilan kembali,” terangnya.

Dia merinci, angka perceraian Januari lalu tembus 383 kasus. Disusul pada Februari masih tinggi dengan 267 kasus. Maret mulai menurun hingga 221 kasus sejak ada pembatasan. Hingga akhir April, hanya ada sekira 128 kasus saja.

”Turunnya cukup banyak, mencapai 60 persen lebih dibanding awal bulan kemarin,” katanya. Thoha menyebut, paling banyak yang mengajukan perceraian dari pihak istri. Untuk penyebabnya sendiri, lanjut Thoha, rata-rata karena faktor ekonomi.

”Ada 47 kasus karena faktor ekonomi, yang lainnya rata-rata orang ketiga atau perselingkuhan. Atau kasus lain seperti perjudian dan mabuk-mabukan,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia