alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Emosi Memuncak, Warga Bubarkan Balap Liar di Terminal Makam Gus Dur

26 April 2020, 19: 32: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Warga Desa Cukir Kecamatan Diwek geram dengan aksi balap liar yang kian meresahkan masyarakat.

Warga Desa Cukir Kecamatan Diwek geram dengan aksi balap liar yang kian meresahkan masyarakat. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Keresahan warga sekitar Terminal Makam Gus Dur terhadap adanya aksi balap liar akhirnya mencapai puncak. Kemarin (26/4) puluhan warga Desa Cukir dibantu petugas dari Polsek Diwek, menertibkan sejumlah remaja yang akan melakukan balap liar.

Mereka yang akan balap liar terpantau sudah bergerombol dipinggir jalan menuju terminal sejak pukul 16.00 WIB. Raungan kuda besi sudah terdengar dari pojok kampung hingga membuat telinga bising.

Sebelum ajang balap dimulai, warga bersama pemerintah desa setempat sudah menertibkan pemuda yang bergerombol. Namun karena ngeyel tak mau bubar, warga terpaksa menggunakan tongkat kayu untuk mengusir kerumumunan. Tak sedikit anak muda yang menjadi sasaran amukan warga.

Emosi Memuncak, Warga Bubarkan Balap Liar di Terminal Makam Gus Dur (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Kepala Desa Cukir Sawung Agus Basuki mengatakan, warga sudah geram karena area tersebut sering dimanfaatkan untuk balap liar. ”Memang disini dulu pernah buat balapan, lalu kami tertibkan akhirnya tidak dipakai. Kemudian memasuki ramadan ini dipakai lagi,” ujar dia kepada sejumlah wartawan.

Karena emosi sudah memuncak, warga melapor ke Polsek Diwek untuk meminta bantuan tambahan personel. Selain pembalap liar, warga dan polisi juga menjaring pemuda khususnya yang mengendarai sepeda motor tak sesuai standar. ”Banyak sepeda motor yang knalpot brong, jadi sangat mengganggu,” jelas dia.

Terpisah, Kapolsek Diwek AKP Achmad Chairuddin membenarkan jika area menuju jalan makam Gus Dur sering dipakai ajang balap liar khususnya saat libur sekolah. ”Jadi mereka biasanya saat libur atau ngabuburit,” ujar dia.

Dari razia yang dilakukan, pihaknya berhasil mengamankan puluhan roda dua yang tak sesuai spek. Misalnya, roda kecil, perubahan bentuk hingga knalpot tak standar. ”Tindakan yang kami lakukan adalah bekerjasama dengan Satlantas Polres Jombang, pemerintah Desa Cukir untuk membubarkan balap liar dan kerumunan. Bagi pengendara kita tilang serta motornya kita amankan,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia