alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Mengabdi Wujudkan Sekolah Literasi

Drs Ahmad Mudzakkir, Ketua KKM Aliyah Negeri Jombang

24 April 2020, 09: 13: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala MAN 5 Jombang Drs Ahmad Mudzakkir M.MPd yang juga menjabat ketua KKM Aliyah Negeri Jombang.

Kepala MAN 5 Jombang Drs Ahmad Mudzakkir M.MPd yang juga menjabat ketua KKM Aliyah Negeri Jombang. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Alumni maupun civitas akademik MAN 5 Jombang yang dulu bernama MAN Genukwatu pasti tak asing dengan sosok yang satu ini. Dengan ciri kepemimpinan yang disiplin dan religius, ia mampu mewujudkan MAN 5 Jombang sebagai sekolah literasi.

Ahmad Mudzakkir lahir di Tuban, 24 April 1962. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Rusmani Mansyur dan Lilik Masfuhah yang asli Tuban. Lahir di Tuban, membuat ia menghabiskan masa kecil bersama lima saudaranya di Tuban. Mulai mengawali pendidikan di SDN Tuban, SMP hingga SMAN Tuban.

Ayahnya merupakan seorang guru yang pernah mengajar di beberapa sekolah. Tak heran, pendidikan Mudzakkir sejak kecil cukup terfasilitasi. Tak hanya dari sekolah, setiap malam ia juga mendapat pelajaran tambahan dari sang ayah. ”Saya masih ingat betul, setelah mengaji saya belajar bareng-bareng dengan saudara-saudara,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Setelah lulus dari SMAN Tuban, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke IAIN Sunan Ampel di Malang Jurusan D3 Bahasa Inggris. Setelah itu, nasib baik berpihak kepadanya sehingga begitu lulus langsung diangkat menjadi PNS. ”Saya pertama kali mendapat tugas di Pamekasan Madura. Disana melanjutkan kuliah S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN Sunan Ampel Pamekasan,” tambahnya.

Ahmad Mudzakkir juga sempat melanjutkan pendidikan S2 di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. ”Saat pasca sarjana, saya seangkatan dengan bapak Abdul Haris yang pernah menjabat Kepala Kemenag Jombang,” pungkasnya.

Ahmad Mudzakkir menikah dengan Nur Hidayati asli Perak Jombang. Dari pernikahan itu, mereka dikarunia empat anak perempuan. Masing-masing, Adila Mustahidah, Briski Musahidah, Qorida Muhjatul Hadia dan Dania Mazidatul Hana.

Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah

SELAIN menjabat sebagai Kepala MAN 5 Jombang, Ahmad Mudzakkir juga dipercaya mengemban amanah di sejumlah organisasi. Salah satunya, Ketua kelompok Kerja Madrasah Aliyah Negeri dan MA swasta se-Kabupaten Jombang.

Perjalanan tapuk kepemimpinan organisasi yang dijalaninya, terlihat sejak 2008 silam. Awalnya, dia hanya menjadi anggota biasa. Sejak masuk organisasi yang menaungi para kepala madrasah baik negeri maupun swasta ini ia selalu berperan aktif. ”Selalu aktif berkoordinasi di berbagai macam kegiatan. Karena KKM sendiri wadah untuk bersilaturahmi dan komunikasi,” ujarnya.

Sikapnya yang ulet dan bertanggungjawab di organisasi, membuat Mudzakkir lambat laun dipercaya menjadi pengurus inti. Ia kemudian terpilih sebagai sekretaris KKM Aliyah Negeri Kabupaten Jombang. ”Sekitar 2012 lalu saya dipercaya menjadi sekretaris,” tambah dia.

Kepercayaan itu dijalaninya selama lebih dari empat tahun hingga akhirnya pada 2016, dia dipercaya menjadi ketua KKM Aliyah swasta dan Aliyah negeri se-Kabupaten Jombang. ”Pemilihannya melalui aklamasi anggota, kebetulan saya diminta merangkap sebagai ketua KKM Aliyah swasta juga,” terang bapak empat anak ini.

Di KKM Aliyah Negeri Jombang, lanjut dia, memiliki 10 anggota. Sedangkan di KKM Aliyah swasta memiliki jumlah anggota lebih banyak hingga 90 anggota, yang terdiri dari badan koordinasi madrasah aliyah se Jombang. ”Kita rutin berkomunikasi setiap waktu. Terutama selama masa Covid-19 ini kami intens menggelar diskusi melalui jejaring sosial,” tandasnya.

Dia menjelaskan, KKM sendiri memiliki visi misi meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas siswa MA negeri dan MA swasta di Jombang. ”Sehingga mereka tidak hanya menguasai iptek namun juga imtaq,” pungkas abah Dzakir, sapaan akrabnya.

Pindah Jombang karena Istri

SETELAH hampir sembilan tahun mengabdi di Pamekasan Madura sejak 1985, Ahmad Mudzakkir kemudian mengajukan mutasi ke Jombang. Bukan kebetulan pindah ke Jombang. Perpindahan ini sekaligus menikah dengan sang pujaan hati, Nur Hidayati yang memang asli dari Perak Jombang.

”Saya masuk Jombang karena istri saya orang Jombang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (28/3). Begitu bisa mutasi, ia ditempatkan di MAN Denanyar. Di Yayasan Mambaul Maarif itu ia mencurahkan segala pengabdiannya selama hampir 14 tahun. ”Kemudian 2008 mulai promosi menjadi kepala sekolah di MAN Genukwatu Ngoro,” jelas dia.

Perjalanan karirnya terus berlanjut. Setelah dipindah ke MAN Kepuhdoko 2009-2015. ”Saya di MAN 9 Jombang atau MAN Kepuhdoko sampai dengan 2015,” papar dia.

Di sekolah ini ia mulai berupaya mewujudkan berdirinya sekolah literasi. Dia mulai membentuk kader perpustakaan, tim literasi dan sudut baca. ”Dari beberapa sekolah yang pernah saya pimpin, selalu ada upaya mewujudkan sekolah literasi,” tandasnya.

Begitu juga setelah dirinya dipindah ke MAN 5 Jombang  sampai sekarang, upaya madrasah literasi tetap duwujudkan. Selama menjadi kepala sekolah, dia selalu memberi motivasi kepada siswa-siswinya untuk belajar sungguh-sungguh. Menimba ilmu di madrasah menurut dia ibarat pisau bermata dua. Satu sisi siswa mendapat ilmu pengetahuan umum dan di sisi lain siswa mendapat tambahan ilmu agama.

”Kalau ingin berhasil dunia dan akhirat harus dipertajam dua-duanya sehingga dapat berguna bagi masyarakat,” pungkas Mudzakkir.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia