alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Mengenal Sosok Drs H Supriyadi MKes, Ketua MKKS SMK Negeri Jombang

23 April 2020, 18: 41: 49 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Supriyadi, Kepala SMKN Mojoagung.

Supriyadi, Kepala SMKN Mojoagung. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Di kalangan SMKN, sosok Drs H Supriyadi, MKes tentu tidak asing. Selama beberapa periode, kepala SMKN Mojoagung ini juga dipercaya sebagai Ketua MKKS SMKN Kabupaten Jombang. Kiprahnya meningkatkan mutu pendidikan SMK tak diragukan lagi. 

Supriyadi lahir di Trenggalek, 10 Juli 1962 dari pasangan Ismadi yang merupakan ASN Pemkab Trenggalek dengan  Masripah. Bapak ibu yang sama-sama berasal dari Kediri, namun karena Ismadi menjadi seorang pegawai di Pemkab Trenggalek, akhirnya menetap di Trenggalek. Supriyadi sendiri anak ke-4 dari enam bersaudara.

Semasa kecil, dia memulai pendidikan di SDN Pertiwi Trenggalek 1974. Berlanjut ke SMPN 1 Trenggalek lulus 1977 dan ke SMAN Trenggalek 1981. ”Saya aslinya Trenggalek, tapi bapak dan ibu saya kelahiran Kediri,” ujar dia ditemui dirumahnya di Desa Pulo lor Jombang, kemarin (11/4).

Setelah lulus SMA, Supriyadi kemudian melanjutkan kuliah di IKIP Surabaya (sekarang Unesa) Jurusan Teknik Sipil lulus 1986. Saat kuliah, 1985 silam, ia pernah mengikuti kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL) di Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Jombang. Setahun setelah lulus, ia  bekerja di konstruksi bangunan sebagai pengawas proyek di Surabaya. 

Namun, pekerjaan itu tak bertahan lama karena sejak kecil, dirinya ingin mendedikasikan hidupnya menjadi seorang guru. Cita-cita itu terwujud setelah dia dinyatakan lolos rekrutmen PNS. ” Pengangkatan pertama saya di STM Negeri Jombang (sekarang SMKN 3 Jombang) sebagai guru teknik sipil tahun 1987,” jelas dia. 

Kemudian, 1988 dia mengikuti seleksi pengangkatan kepala sekolah yang diadakan Kemendikbud melalui Pemprov Jawa Timur. Beberapa rangkaian tes termasuk diklat selama beberapa bulan diikutinya. Saat bersamaan, ia juga mendaftarkan diri untuk mengikuti tes pengawas sekolah dan dinyatakan lolos. ”Saya juga dinyatakan lolos menjadi kepala sekolah. Akhirnya saya diminta mengikuti pelatihan kepala sekolah di Bandung,” kenangnya. 

Tepat 2003, Supriyadi kemudian mendapat amanah pertama menjadi kepala sekolah di SMKN Gudo. Sekolah yang baru berdiri tersebut tak banyak memiliki siswa atau tenaga pengajar. Bahkan, jurusan yang dibuka baru dua, yakni tata busana dan teknik komputer. ”Saya menjadi kepala sekolah pertama, termasuk kepala sekolah paling senior dan paling lama,” jelas dia.

Selama enam tahun menjadi kepala SMKN Gudo, kemudian  Supriyadi dipindah ke SMKN 3 Jombang hingga 2011. Dalam kariernya, pernah juga menjadi kepala SMKN 1 Jombang 2011-2019. Kemudian 2019 lalu, dia diminta mengemban amanah menjadi kepala SMKN Mojoagung hingga sekarang.

Wujudkan Lulusan SMK Berkompeten

SEBAGAI Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN Jombang, Supriyadi memiliki visi yang sama dengan sembilan anggota lain, yakni mencetak lulusan SMK yang unggul dan berkompeten.

Ada 8 SMKN di Jombang yang menjadi anggota MKKS SMKN. Meliputi SMKN 1 Jombang, SMKN 2 Jombang, SMKN 3 Jombang, SMKN Gudo, SMKN Kabuh, SMKN Mojoagung, SMKN Kudu dan SMKN Wonosalam. ”Kami koordinasi secara intensif dalam menyikapi setiap hal yang berkaitan dengan  kebijakan di SMK,” ujarnya kepada wartawan koran ini kemarin.

Tak hanya berkoordinasi dengan SMK negeri, dengan SMK swasta pun dilakukan. Secara formal memang SMKN diwadahi organisasi SMKN, namun secara non formal baik SMK negeri maupun swasta tetap berkoordinasi intensif. Semisal saat menjelang ujian nasional. ”Koordinasi terkait sub rayon, kan di Jombang ada 6,” terang dia.

Selain itu, dalam menyikapi pandemi Covid-19 di Jombang, dia juga sering komunikasi dengan kepala sekolah lainnya. ”Awalnya kami mengadakan rapat setiap bulan, namun hal itu kurang efektif karena sering meninggalkan pekerjaan kami sebagai kepala sekolah. Akhirnya kami sepakati rapat rutinan kita adakan saat ada kebijakan penting,” paparnya. 

Supriyadi sendiri menjadi anggota MKKS SMKN sejak 2003. Baru 2009 dipercaya mengemban amanah sebagai ketua sampai sekarang. ”Saya dulu menggantikan pak Isdarmanto yang sebelumnya ketua MKKS, lalu diminta menjadi Sekretaris Dinas Pengairan,” tandas dia. 

Selama menjadi kepala sekolah, berbagai penghargaan diraihnya. Termasuk kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten dan propinsi dua kali, 2015 dan 2017. Tak hanya itu, dia juga pernah berkesempatan menimba ilmu di negara tetangga. Mulai Abu Dhabi, Thailand dan Korea Selatan baik melalui beasiswa dari pemerintah pusat maupun dari Pemprov Jawa Timur.

Mengabdi Jadi Dosen 25 Tahun

PENGALAMAN Supriyadi menjadi guru hingga kepala sekolah tak perlu diragukan lagi. Bahkan, Supriyadi pernah menjadi dosen hampir 25 tahun di STKIP PGRI Jombang. Tak heran, kemampuannya di bidang pendidikan cukup mumpuni.

”Tahun 1986 saya masuk Jombang menjadi dosen STKIP jurusan Teknik Sipil, disana hampir 20 tahun,” terangnya. Dia lantas menceritakan, sekitar 1985-an, STKIP memiliki jurusan teknik sipil. Jumlah peminatnya kala itu cukup banyak baik dari lulusan SMA maupun SMK. Namun ketika ada aturan jika lulusan SMA tak diutamakan mendaftar kuliah jurusan sipil, akhirnya peminatnya  berkurang dan akhirnya jurusan ini ditutup beberapa tahun kemudian. ”Di STKIP pernah menjadi sekretaris jurusan hingga ketua III STIE Dewantara,” tambahnya. 

Selain dosen, Supriyadi juga masih mengembangkan kemampuan di bidang bangunan. Diapun menjadi kontraktor bangunan. ”Termasuk gedung STKIP yang depan dan gedung SMAN 2 Jombang adalah hasil konstruksi desain saya,” jelas dia bangga.

Supriyadi tak hanya mengajar teknik sipil, dia juga mengajar mata kuliah statistik, metodologi penelitian, dan Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Namun karena kesibukan dan amanah yang diemban sebagai kepala SMKN 3 Jombang cukup menyita waktu, ia akhirnya mengundurkan diri. Hal ini dilakukan 2011 lalu. ”Di SMKN 3 Jombang saya menggantikan pak Edi Suwarni,” tandasnya. 

Supriyadi menikah dengan Ninik Wartiningsih (alm) yang dikaruniai tiga anak. Sukma Kusuma Dewi (dosen Politeknik Negeri Malang), Pramudita Pamungkas dan  Tantri Kusuma Dewi. Sebelumnya, dia pernah menjadi pengurus beberapa cabang olahraga di Jombang seperti Pertina, PBVSI dan Perbasasi.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia