alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Depresi Usai Terkena PHK, Pemuda Sumbermulyo Jogoroto Gantung Diri

17 April 2020, 19: 36: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses identifikasi jenazah Anang Junaedi, 23, pemuda Dusun Kebonmelati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang yang nekat bunuh diri Kamis (16/4) pagi.

Proses identifikasi jenazah Anang Junaedi, 23, pemuda Dusun Kebonmelati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang yang nekat bunuh diri Kamis (16/4) pagi. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Diduga karena depresi usai di-PHK dari tempatnya bekerja, Anang Junaedi, 23, pemuda asal Dusun Kebonmelati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang nekat bunuh diri di rumahnya sendiri Kamis pagi kemarin (16/4).  

“Kejadiannya sekira pukul 05.00, saat kami datang korban sudah meninggal, meski awal ditemukan masih bernyawa,” terang AKP Bambang Setio Budi, Kapolsek Jogoroto.

Saksi pertama yang mengetahui kejadian ini ibu korban sendiri, Sri Rahayu. Kala itu ia berjalan menuju dapur untuk memasak. Namun belum juga niatnya berjalan, ia menemukan anak laki-lakinya dalam posisi tergantung tali. 

“Posisi tali itu melilit leher dan dikaitkan ke kayu penyangga genteng dapur,” lanjutnya. Mengetahui itu, ibu korban langsung berteriak meminta tolong warga sekitar untuk menurunkan anaknya. Saat pertama kali diturunkan itulah pihak keluarga menyebut Anang masih bernafas. 

“Namun saat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong,” tambah Bambang.

Polisi yang datang bersama petugas kesehatan, langsung menggelar olah  kejadian perkara dan visum luar pada tubuh korban. Hasilnya, tak ditemukan tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. “Dipastikan gantung diri karena kondisi lidah korban menjulur, di leher juga ditemukan ada bekas jeratan tali,” rincinya.

Dari pengakuan keluarga dan perangkat desa, ia menduga korban nekat gantung diri lantaran depresi berat. “Dari pengakuan keluarga, korban depresi karena di PHK sekitar sebulan lalu. Saat di rumah ia sangat tertutup dan menyendiri,” pungkas Bambang.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia