alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Pakai Gedung SD, Disdikbud Jombang Siapkan Tempat Karantina dan Posko

08 April 2020, 15: 10: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Posko penanggulangan wabah Covid-19 di Kelurahan Kaliwungu. Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang

Posko penanggulangan wabah Covid-19 di Kelurahan Kaliwungu. Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang

Share this      

JOMBANG – Upaya Pemkab Jombang mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang terus dilakukan. Salah satunya mempersiapkan tempat karantina dan posko terpadu bagi warga yang dimungkinkan pulang kampung (mudik) atau pulang kerja dari luar daerah Kabupaten Jombang.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K), pemkab telah menyiapkan sebanyak 306 gedung sekolah dasar yang tersebar di 302 desa dan empat kelurahan. ”Jadi menindaklanjuti perintah ibu Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kami mendapat instruksi untuk mempersiapkan gedung sekolah sebagai tempat karantina atau rumah singgah bagi pemudik,” ujar dia kemarin (6/4).

Upaya tersebut, dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tingkat desa. Bagi pemudik yang datang dari luar kota, maka diminta datang ke posko terpadu untuk memeriksakan keadaanya. ”Kami sudah koordinasi dengan masing-masing kepala sekolah untuk menunjuk sekolah yang gedungnya representatif sebagai posko terpadu,” tambahnya.

Agus menambahkan, untuk kebutuhan logistik dan obat-obatan, sudah berkoodinasi dengan Gugus Tugas Pemkab Jombang. Mereka akan koordinasi dengan kepala desa, bidan desa, babinsa dan bhabinkantibmas setempat. ”Apabila dalam satu desa terdapat lembaga SD lebih dari satu, kepala sekolah beserta kepala desa, bidan desa, babinsa dan bhabinkamtibmas setempat untuk bermusyawarah menentukan posko penanganan/pencegahan Covid-19,” tandasnya. 

Dimanfaatkannya gedung sekolah dasar sebagai tempat karantina dan posko terpadu karena kegiatan belajar siswa SD sementara dilakukan di rumah. Home learning yang sedianya berakhir (6/4) diperpanjang hingga Mei mendatang. Sehingga pemkab memanfaatkan gedung tersebut. ”Jadi posko sebelumnya diadakan di balai desa, namun sekarang dialihkan menjadi satu dengan tempat terpadu di gedung SD,” pungkasnya. (ang)

Sekolah Mulai Siapkan Ruang Isolasi

SEMENTARA itu, menindaklanjuti surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang nomor 425.1/1521/415.16/2020 tentang penyediaan ruang isolasi mandiri atau karantina untuk pemudik. Sejumlah SD di Kabupaten Jombang, mulai melakukan persiapan.

Seperti yang terlihat di SDN Kaliwungu I Senin (6/4) kemarin, ruang bekas musala sekolah, disulap menjadi ruang isolasi mandiri atau karantina. Nantinya setiap pemudik yang masuk wilayah Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang akan menjalani proses isolasi di gedung yang sudah disiapkan petugas.

Kepala SDN Kaliwungu I, Murhalina Kustiani mengatakan, persiapan posko dan ruang isolasi mandiri atau karantina bagi pemudik ini disiapkan sejak Sabtu (03/04) kemarin. Persiapan ini harus sesuai dengan kriteria yang ditentukan Dinas. Dimana ruang tersebut harus mempunyai kamar mandi terpisah.

”Sementara yang kita persiapkan hanya ruangannya saja, sesuai dengan keadaan sekolah, nah kriterianya harus terpisah dengan ruangan guru, kamar mandinya juga harus terpisah,” ujarnya.

Untuk  ruang isolasi, tim memanfaatkan bangunan bekas musala sekolah. ”Ini tadinya kan fungsinya untuk musala, sehingga ada cuci tangan, dan kamar mandinya juga terpisah. Sementara itu milik sekolah yang kita pakai, karena tadi ada kekurangan tempat tidur dan masih dicarikan tambahan dari tim kelurahan,” katanya.

Saat disinggung berapa jumlah ruangan yang akan dipakai untuk ruang isolasi mandiri atau karantina, Murhalina mengatakan jika untuk jumlah ruangan yang disediakan kondisional, melihat situasi perkembangan arus mudik. ”Ya nanti kalau arus balik membludak, nanti kami siapkan ruang kelas V untuk dibuka dijadikan ruang isolasi mandiri,” tukasnya.

Meski hanya menggunakan peralatan seadanya dan tanpa disertai petunjuk teknis yang jelas, Murhalina mengaku tidak khawatir akan dampak yang ditimbulkan pasca penggunaan ruang isolasi mandiri atau karantina bagi pemudik, di tengah pandemi Covid-19. ”Tidak, karena kita kan harus mengetahui sifat virus itu sendiri nggeh. Kan virus ini hanya bertahan 12 sampai 24 jam setelah itu virus akan mati. Dan virus itu tidak akan bertahan lama di benda hidup. Selagi kita tidak bersinggungan langsung dengan penderita ya aman,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia