alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Ada Dana Operasional Posko, Pemudik di Jombang Wajib Karantina di SD

07 April 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Posko Terpadu Penanggulangan Covid-19 Kelurahan Kaliwungu, yang berada di SDN Kaliwungu 1.

Posko Terpadu Penanggulangan Covid-19 Kelurahan Kaliwungu, yang berada di SDN Kaliwungu 1. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Rencana menggunakan SD sebagai tempat karantina bagi pemudik sudah matang. Salah satunya, kebutuhan makan minum yang bisa menggunakan dana desa (DD). Mulai hari ini (7/4), tim dari Gugus Tugas Covid-19 Jombang akan meninjau ke sekolah-sekolah.  

“Untuk kebutuhan makan minum nanti diambilkan dari dana desa. Kalau kebutuhan sarana prasarana kita ambilkan dari dana cadangan Rp 23 miliar itu,” ucap Budi Winarno, Humas Gugus Tugas Covid-19 Jombang.

Ia menyampaikan, SD yang akan dijadikan tempat karantina pemudik itu setidaknya memiliki sarana prasarana memadai. Seperti kamar mandi dan sarana cuci tangan. Nanti juga akan dipisah, tempat bermukim bagi pemudik perempuan maupun laki-laki.

Semua kebutuhan pemudik akan dilayani dalam satu lokasi di SD tersebut. Makan dan minum juga akan disediakan. Pemerintah desa bisa menyediakan makan dan minum menggunakan dana desa. Sedangkan sarana prasarana inti yang dibutuhkan pemudik, akan didanai dengan menggunakan dana pencegahan bencana.

Sedangkan bagi pemudik yang sakit, terang Budi, akan disiapkan tempat khusus terpidah dan tidak dijadikan satu dengan pemudik yang dalam keadaan sehat. “Nanti ada dari pihak polindes, juga ada linmas yang berjaga bergantian di SD,” tambahnya.

Aturan pemudik harus melakukan karantina selama dua minggu di sekolah ini tidak ada pengecualian. Baik sehat maupun sakit, semua harus mengikuti karantina. Termasuk pemudik yang datang di hari mendekati lebaran.

Budi mengimbau, lebih baik tidak mudik tahun ini jika tidak ingin menjalani karantina 14 hari di SD. “Kalau datangnya H-3 sebelum lebaran, tetap harus karantina, itu sudah risiko. Kan sudah ada imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik. Jadi kalau tidak mau dikarantina, lebih baik tidak mudik,” pungkasnya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia