alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Pasien Positif Covid-19 Kedua Diduga Terpapar usai Pengajian di Ploso

07 April 2020, 11: 14: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kedua, diduga terpapar saat mengikuti pengajian di salah satu pondok di Ploso (20/3) lalu. Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Jombang sudah melakukan tracing kepada orang yang pernah terlibat kontak sosial.

”Sudah pasti kita lakukan,” ujar Humas Gugus Tugas Covid-19 Jombang, Budi Winarno kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (6/4). Hanya saja, dia tak bisa mengungkap lebih rinci mengenai tracing yang telah dilakukan. Termasuk ada berapa jumlah warga yang dilakukan tracing. Hal tersebut sesuai prosedur tetap yang dilakukan tim surveillance (pengawasan) dari Dinkes Jombang.

”Namun yang jelas sudah dilakukan oleh tim surveillance Dinkes,” tambahnya. Lebih lanjut Budi menyampaikan, pasien sebelumnya sempat mengikuti kegiatan pengajian di salah satu pondok pesantren. Kemudian mengalami sakit dan sempat dilarikan ke RSUD Ploso. Namun karena RSUD Ploso tidak memiliki standar penanganan pasien Covid-19, sehingga pasien itu dirujuk ke RSUD Jombang (29/3) malam. ”Ya kegiatannya di pondok dan dia warga pendatang asal Bekasi,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Satgas Penaggulangan Covid-19 IDI Jombang dr M Sjarifudin mengatakan, terpaparnya PDP ke-4 asal Bekasi ini bakal menimbulkan kluster (pusat penyebaran baru). Sebab belum diketahui secara jelas apakah pasien terpapar saat di Bekasi, atau saat mengikuti pengajian di Ploso. ”Dari hasil koordinasi kami dengan teman-teman Puskesmas Bawangan memang sudah dilakukan tracing,” ujar dia.

Hanya saja, tracing yang dilakukan terbatas karena yang bersangkutan warga pendatang. Tim Puskesmas Bawangan Ploso hanya melakukan tracing ke orang yang berada di jangkauan sekitar. Mulai dari warga sekitar, hingga kerabat pasien di Ploso. ”Termasuk siapa yang sempat hadir dan siapa saja yang melakukan kontak sosial dengan pasien,” tambahnya.

Pihaknya menyampaikan, acara pengajian dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk dari beberapa kabupaten/kota yang menjadi sebaran Covid-19. Karena itu tracing wajib dilakukan tim Gugus Tugas sejak pasien masuk rumah sakit.

Beberapa orang yang wajib dilakukan tracing itu, lanjut dia, keluarga, kerabat serta orang-orang yang pernah melakukan kontak sosial dengan pasien. ”Setelah itu, semuanya wajib isolasi mandiri,” tegasnya.

Sementara itu Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menjelaskan, satu pasien yang Minggu (5/4) malam dinyatakan positif Covid-19 hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Jombang. Meski keadaannya sudah membaik, namun pasien dari Ploso akan dipulangkan setelah uji swab kedua keluar.

“Keadaannya semakin membaik. Tapi karena hasil swab keluar dan dinyatakan positif, maka ditahan dulu sampai hasil swab kedua keluar nanti,” jelasnya. Ia menyebut, uji swab sudah dikirim ke Balitbankes Surabaya kemarin (6/4). Jika hasil uji swab kedua keluar negatif, maka akan diperbolehkan pulang.

Untuk sementara, agar tidak campur dengan PDP yang baru masuk, pasien terkonfirmasi positif kedua itu dipindah ke ruang khusus. “Karena kondisinya sudah sehat, kita pindah ke ruang yang rencananya kita gunakan untuk cadangan. Jadi tidak campur dengan yang masih sakit,” pungkas Pudji. (*)

(jo/wen/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia