alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Mengenal Sosok Cak Ukil, Pembeli yang Debat dengan Penjual Pentol (1)

06 April 2020, 07: 56: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

M. Shuluhil Amin, pemeran Cak Ukil dalam konten video komedi yang viral di media sosial.

M. Shuluhil Amin, pemeran Cak Ukil dalam konten video komedi yang viral di media sosial. (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sebuah video berisi adu mulut penjual dan pembeli pentol, seminggu terakhir viral di beberapa media sosial. Ternyata, sang pembeli pentol adalah arek Jombang. Ia adalah M. Shuluhil Amin, pemuda asli Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno.

“Yo sak karepe sing tuku se,”

“Yo sak karepe sing dodol se,”

Adalah secuil dialog antara M. Shuluhil Amin dengan perannya sebagai Cak Ukil dengan penjual pentol bernama Cak Silo yang diperankan Sakoma P Susilo, seorang pelawak senior Jatim asal Nganjuk. Cerita dalam video itu bukan peristiwa nyata. Konten video bergenre komedi ini memang dibuat keduanya untuk hiburan.

Sabtu (4/4) pagi, Jawa Pos Radar Jombang berhasil menemui Shuluhil yang sejak dulu akrab disapa Ukil. Penampilannya sama persis saat ia berakting di video yang viral, yaitu mengenakan kaos hitam, celana pendek abu-abu, jam tangan, dan topi.

Baca Juga: Belum Pengalaman Berkomedi, Cak Ukil Termotivasi Bikin Konten Berbeda

Pertemuan ini berlangsung di sebuah sanggar teater di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Di kalangan pegiat teater Jombang, nama Ukil tak asing. Pemuda berusia 34 tahun ini sejak masih pelajar hingga saat ini, masih eksis di bidang seni peran. ”Dunia saya memang teater, selain menjadi guru Bahasa Indonesia,” ujar Ukil.

Sebelum akhirnya terjun ke dunia seni pementasan, Ukil menimba ilmu di MI Najatud Daroini Gedangan, Kecamatan Mojowarno dan lulus pada 1998.

Kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Najatud Daroini dan lulus pada 2001. Ukil lalu masuk PP Tebuireng dan lulus pada 2004 melalui MA Salafiyah Syafi'iyah.

Pada 2005, Ukil berkuliah di STKIP PGRI Jombang lewat program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Lulus kuliah, Ukil bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan mulai 2010 hingga 2015. ”Meski kerja di perusahaan, saya tetap aktif di teater,” lanjutnya.

Kemampuannya di bidang seni peran mengantarkan Ukil masuk ke perusahaan televisi. Pada 2015, ia bergabung dalam program komedi Beselit di RCTV Jombang.

Sambil bekerja di program itu, Ukil juga nyambi bekerja di perusahaan pembiayaan pada 2016. ”Sambil bekerja di salah satu BPR, saya juga mengajar di MTsN Denanyar,” imbuhnya.

Ukil lalu bergabung dengan Rumah Produksi Tebuireng pada Agustus 2018, dalam proses pembuatan film Sakinah. Atas rekomendasi khusus dari almarhum KH Shalahuddin Wahid, Ukil juga ditugaskan mengajar di MTs Salafiyah Syafi'iyah pada 2019.

”Saya juga ikut bergabung sebagai aktor dalam film Jejak Langkah Dua Ulama, sebagai tokoh Pelerok,” ujarnya. Berbekal kemampuannya ini, ditambah sifatnya yang egaliter di luar panggung, ia mendapat rekom masuk BBS TV dalam program Pengadilan Rakyat.

Di sinilah, Ukil lalu bertemu dengan Cak Silo, pelawak senior Jatim. ”Saya berduet, sekaligus berguru dengan Cak Silo di BBS TV sampai sekarang. Tapi untuk konten Youtube itu di luar program TV, murni kegiatan saya dan Cak Silo secara pribadi,” pungkasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia