alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Pemakaman PDP Asal Ploso Tanpa Koordinasi, Warga Desa Denanyar Resah

04 April 2020, 16: 18: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pemakaman PDP asal Kecamatan Ploso di kompleks pemakaman Tionghoa Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Foto diambil warga setempat dari kejauhan.

Proses pemakaman PDP asal Kecamatan Ploso di kompleks pemakaman Tionghoa Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Foto diambil warga setempat dari kejauhan. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Satu PDP asal Kecamatan Ploso yang meninggal dunia kemarin (3/4) ternyata dimakamkan di kompleks pemakaman Tionghoa, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Warga setempat resah karena proses pemakaman dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa.

Ketua RT 7 RW 2 Desa Denanyar M Huda kepada Jawa Pos Radar Jombang siang tadi (4/4) menyebut, warga di RT nya gusar dengan adanya pemakaman PDP dari Ploso itu.

“Pemakamannya Jumat (3/4) pagi sekira pukul 09.20 WIB. Warga tidak ada yang berani mendekat, cuma saya bisa mengambil gambar dari kejauhan,” ucapnya.

Ada empat hingga lima orang mengenakan APD lengkap berwarna biru. Mereka datang menggunakan mobil jenazah berwarna putih berplat Jombang.

Huda menyebut warga semakin takut karena pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19.

Pasalnya tak pernah ada pemberitahuan sebelumnya kepada warga di lingkungan setempat.

“Sebagai orang awam takut dan panik, kalau tiba-tiba ada pemakaman dengan cara seperti itu. Tanpa pemberitahuan lagi, apalagi jarak makam itu dengan pemukiman terdekat hanya 100 sampai 200 meter saja,” tambahnya.

Kepala Dusun Denanyar Tomy Kurniawan juga membenarkan adanya keluhan dari warga. “Memang benar, dari warga tadi menyampaikan keluhan itu. Namun kami dari desa juga baru tahu, tidak ada informasi sebelumnya,” terangnya.

Hingga kemarin, Tomy mengaku masih berusaha menggali informasi perihal pemakaman dengan protokol Covid-19 itu. Baik dari yayasan tempat jenazah dikubur, maupun kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang.

“Tanah itu milik yayasan. Cuma kami sebagai pemerintah desa harusnya tetap diberitahu, tidak begini caranya,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Ploso Suwignyo mengakui jika PDP yang meninggal Jumat (3/4) pagi itu telah dimakamkan dan lokasinya di kompleks pemakaman Tionghoa Desa Denanyar.

“Jenazah dimakamkan di Denanyar, dan protokolnya memang protokol lengkap,” ujar Suwignyo. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia