alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Di Jombang, PCNU Tetap Jumatan, Muhammadiyah Ganti Duhur di Rumah

03 April 2020, 10: 48: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

JAGA JARAK: Jumatan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Jumat (27/3) lalu.

JAGA JARAK: Jumatan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Jumat (27/3) lalu.

Share this      

JOMBANG – Dua organisasi masyarakat (ormas) Islam di Jombang berbeda sikap dalam pelaksanaan salat Jumat terkait pandemi korona (Covid-19). PCNU tetap mengadakan salat Jumat di masjid. Sedangkan Muhammadiyah ganti salat duhur di rumah.

“PCNU mengimbau besok (Jumat, hari ini, Red) masjid tetap mengadakan salat Jumat dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan,” kata KH Salmanudin Yazid, ketua PCNU Jombang, kemarin.

Diantara protokol kesehatan itu yakni menjaga jarak, memakai masker dan sebelum masuk masjid cuci tangan pakai sabun.

Rois Syuriyah PCNU Jombang KH Abdul Nashir Fattah juga menyatakan hal yang sama. “Jumatan tetap didirikan dan wajib dilakukan oleh orang-orang yang berkewajiban sesuai dengan ketentuan-ketentuannya,” jelasnya.

Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas ini menyatakan, suatu wilayah baik itu desa, kecamatan atau kabupaten kondisinya tidak bisa digebyah uyah (disamakan). “Yang penting teknis pelaksanaanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Wakil Rois Syuriyah PCNU sekaligus Pengasuh PP Mambaul Maarif Denanyar, KH Ahmad Wazir menjelaskan adanya keringanan bagi yang panik. “Jangan meliburkan salat Jumat di masjid. Namun bagi yang merasa ketakutan tertular korona, silakan tidak salat Jumat di masjid, diganti salat Duhur di rumah,” urainya.

Sementara itu, mayoritas masjid Muhammadiyah hari ini sudah tidak mengadakan salat Jumat di masjid. “Mayoritas masjid Muhammadiyah besok (hari ini) sudah tidak menggelar salat Jumat di masjid. Diganti salat Duhur di rumah,” kata ketua PD Muhammadiyah Jombang, Abdul Malik, kemarin.

“Bahkan salat jamaah lima waktu pun sudah banyak yang tidak di masjid. Tapi di rumah masing-masing,” tambahnya.

Malik menjelaskan, ada dua hal yang menjadi pijakan takmir masjid Muhammadiyah sehingga memutuskan hal diatas. Pertama, maklumat PP, PW dan PD Muhammadiyah. Di situ dijelaskan, salat Jumat di masjid dan salat lima waktu berjamaah di masjid boleh ditiadakan diganti salat di rumah jika kondisi suatu daerah darurat penyebaran wabah seperti korona.

Kedua, Surat Keputusan Bupati Jombang tertanggal 26 Maret 2020 yang menyatakan Jombang sudah masuk darurat korona. “Kita tidak menginstruksikan cabang atau takmir masjid untuk tidak mengadakan salat Jumat di masjid dan salat lima waktu berjamaah di masjid.  Tapi dengan pertimbangan dua itu, cabang dan takmir sudah bisa mengambil kebijakan sendiri-sendiri,” bebernya. (*)

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia