alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Penderita DBD di Jombang Terus Bertambah, Satu Orang Meninggal Dunia

29 Maret 2020, 18: 11: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Jombang.

Pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Jombang. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Ditengah wabah korona yang jadi perhatian utama, peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), tercatat ada tren kenaikan. Bahkan, satu pasien anak-anak berusia 9 tahun terduga dilaporkan meninggal dunia, Kamis (26/3).

Haryo Purwono, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jombang menyebut, hingga Maret 2020, jumlah temuan penyakit DBD di Jombang telah mencapai angka 66 kasus. “Rinciannya Januari 44 kasus, Februari 18 kasus dan sampai 26 Maret ada 4 kasus,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (27/3).

Meski begitu, ia menyebut temuan kasus selama Maret itu cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 237 kasus. Namun, curah hujan yang tidak bisa diprediksi masih bisa jadi ancaman bagi merebaknya penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aigepty ini.

“Ya turun, tapi ini kan angka bebas, dan perbandingan kondisinya berbeda dengan tahun lalu. Sehingga kemungkinan suatu saat tiba-tiba melonjak masih bisa, karena curah hujannya tidak bisa diprediksi,” lanjutnya.

Apalagi hingga sekarang jumlah pasien meninggal akibat DBD masih di angka 2. Kendati ia juga menyebut satu pasien anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia Kamis (26/3) dengan gejala mirip DBD beberapa hari sebelumnya.

“Yang dari Desa Candimulyo itu masih terduga karena sampai sekarang diagnosis dari dokter belum. Jadi kalaupun nanti DBD, sekarang belum ada hasil labnya,” tambah Haryo, sapaan akrabnya. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan fogging fokus di sekitar rumah korban. “Di areal 200 meter sekitar rumahnya,” lontarnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP