alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Ada UNBK, Disdikbud Jombang Perintahkan Sekolah Amankan Komputer

29 Maret 2020, 12: 24: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, UNBK

Ilustrasi, UNBK (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang mengingatkan kepada sekolah agar tetap meningkatkan keamanan di sekolah. Menyusul ditetapkannya masa darurat korona (Covid-19) hingga 29 Mei usai lebaran nanti. 

”Memang komputer sudah siap untuk UNBK, namun karena ujian sekolah dilakukan melalui penugasan dari rumah sehingga untuk sementara tidak terpakai,” ujar Jumadi Sekretaris Dinas P dan K kemarin.

Dia sudah menginstruksikan semua sekolah untuk mengamankan komputer yang tidak terpakai. Sebab, tak dapat dipungkiri dengan masa libur belajar di rumah yang berlangsung cukup lama ini bakal menjadi incaran pencuri. ”Kita tidak ingin itu terjadi, makanya harus benar-benar diamankan,” papar dia.

Dijelaskan, 45 SMP negeri di Jombang semua sudah siap UNBK. Namun karena ada pandemi korona yang tak terprediksi sebelumnya, membuat kebijakan proses belajar mengajar (KBM) berubah drastis. ”Termasuk untuk ujian sekolah kita terapkan dengan sistem penugasan dari rumah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo, menyebut ada tiga poin yang tertuang dalam SE Kadisdikbud Nomor 422.1/1366/415.16.2020.  Pertama, terkait peniadaan UN, kedua tentang ketentuan ujian sekolah yang diatur dalam bentuk penugasan (home learning) dimana kelulusan jenjang SD/SMP ditentukan berdasarkan nilai akhir (NA).

”NA diperoleh dari gabungan ujian sekolah dan nilai rata-rata lima semester terakhir (kelas 4,5 dan kelas 6 semester gasal bagi SD),” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin. Sedangkan poin ketiga, mengatur teknis untuk menenukan kenaikan kelas yang diatur dari penilaian akhir tahun (PAT) dalam bentuk penugasan melalui home learning dengan tidak mengumpulkan peserta didik.

”Jadi semua hal yang kaitannya dengan pembelajaran baik kelulusan dan kenaikan itu gunakan sistem online (kelas jauh),” jelas dia. Teknis pengaturan yang dimaksud, diawali dari guru yang memberikan tugas ke murid melalui handphone walimurid. Kemudian, guru melaporkan ke pengawas dan kepala sekolah.

Dilanjutkan kepala sekolah melaporkan ke korwilker yang nantinya akan disampaikan ke Disdikbud. ”Evaluasi dilakukan masing masing satuan pendidikan dan dilaporkan secara berjenjang,” jelas dia.

Diakui, keputusan ini memang baru dilakukan tahun ini setelah menindaklanjuti instruksi Kemendikbud dan Gubernur. Pihaknya juga tak menampik, apakah masa home learning bagi jenjang TK-SMP diperpanjang menyesuaikan masa darurat korona hingga 29 Mei. ”Kita tidak mau berandai andai. Yang jelas kita tunggu perkembangan lebih lanjut. Kalau wabah masih sangat luar biasa, bisa saja nanti kita perpanjang,” papar dia.

Sejauh ini, masa home learning tetap akan berakhir Sabtu, 4 April mendatang. Sehingga seluruh siswa wajib masuk sekolah 6 April. Namun demikian jika kondisi tak berubah pihaknya akan berkoodinasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat. ”Tentu nanti atas seizin bupati, kita keluarkan kebijakan baru,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia