alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Hama Wereng Serang Dua Desa di Mojowarno, Petani Terancam Merugi

25 Maret 2020, 15: 16: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Serangan hama wereng yang dialami sejumlah petani di Mojowarno.

Serangan hama wereng yang dialami sejumlah petani di Mojowarno. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah petani padi di Dusun/Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno mengeluhkan serangan hama wereng. Akibat serangan hama, hasil panen petani terancam anjlok.

Ahmad Suyono, 50, salah satu petani mengatakan,  serangan wereng mulai terlihat sekitar seminggu terakhir. ”Awalnya yang terserang cuma spot-spot begitu, lama-kelamaan meluas, khususnya tiga hari belakangan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (18/3).

Suyono menyebut, serangan hama ini mulanya tak disadari sejumlah petani. Hingga tanda-tanda serangan hama kian Nampak setelah dirinya mengetahui sebagian tanaman padinya yang sudah mendekati masa panen menunjukkan keanehan. ”Jadi padinya mulai kecoklatan begitu, terus bulirnya ompong,” bebernya.

Hanya dalam hitungan hari, volume  serangan hama wereng disebutnya kian masif. ”Jadi serangannyacepat meluas,” lanjutnya. Meski sudah dilakukan upaya penanggulangan, hasilnya belum maksimal. Beruntung usia tanamannya sudah mendekati masa panen. ”Dari pada nanti habis dimakan hama, saya majukan panennya,” bebernya.

Rupanya tidak hanya menyerang sawahnya, sejumlah tanaman petani lainnya juga mulai menunjukkan tanda-tanda diserang. ”Kalau tidak segera ditangani, bisa-bisa gagal panen. Apalagi petani yang tanam terakhir, bisa-bisa habis diserang hama,” bebernya.

Kepala Desa Gondek Hisbullah Huda membenarkan perihal serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi petani di wilayahnya. ”Laporan terakhir yang saya dapat, dari luasan 40 hektare sawah di Dusun Gondek, sudah ada sekitar 3-4 hektare yang terdampak,” terangnya.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan berapa kerusakan total yang dialami petani, karena serangan yang muncul disebutnya masih tersebar di sejumlah titik-titik areal sawah. ”Masih blok-blok begitu, belum seluruhnya rusak memang, dan informasi terakhir sudah merambah juga ke dusun lain,” tambahnya.

Hingga kemarin, upaya yang bisa dilakukan sebatas melakukan penyemprotan obat untuk meminimalisir dampak serangan. ”Ya intinya kita tetap koordinasi dengan dinas terkait juga, dan obat sudah didistribusikan. Beberapa titik juga sudah disemprot. Kasihan petani kalau sampai tidak panen nanti, karena mata pencaharian utama di sini ya petani,” pungkasnya.

Hama Wereng Juga Serang Petani Grobogan

SELAIN menyerang tanaman di Desa Gondek, hama penghisap juga menyerang tanaman padi petani di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno.

Pantauan di lokasi  Kamis (19/3), terlihat sebagian areal tanaman padi milik sejumlah petani rusak akibat serangan hama wereng coklat. Nampak sebagian batang padi roboh dan mengering. ”Jadi hama wereng coklat ini sifatnya menghisap batang padi secara cepat, dan sehingga lama-kelamaan tanaman akan mengering  dan mati,” terang Rokhim, salah satu petani ditemui di sawahnya.

Menurutnya, serangan hama wereng coklat baru diketahuinya sekitar akhir Februari. Saat itu, dirinya melihat keanehan sebagian tanaman padinya yang sudah mendekati masa panen. ”Ada satu dua batangnya yang mengering, ternyata wereng. Tapi masih spot-spot begitu, tidak banyak,” bebernya.

Mengetahui itu, dia pun mulai waswas. Sebab, selain sulit dikendalikan, serangan hama wereng coklat juga cepat. Benar saja, selang beberapa hari kemudian, areal serangan kian meluas. Bahkan tidak hanya sawahnya, sejumlah tanaman padi milik petani lainnya, juga menunjukkan tanda diserang. ”Usaha petani sebatas penyemprotan, tapi sepertinya belum maksimal,” bebernya.

Saat ini, para petani mulai waswas ancaman gagal panen. ”Kalau tidak segera tanggulangi secara serempak, bisa-bisa serangannya akan terus meluas, tidak menutup kemungkinan mengancam panen petani,” tandasnya. (*)

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia