alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Bukan karena Korona, Dua Warga Jombang Meninggal Dunia Akibat DBD

25 Maret 2020, 15: 04: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah pasien dirawat di RSUD Jombang karena menderita demam berdarah kemarin.

Sejumlah pasien dirawat di RSUD Jombang karena menderita demam berdarah kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Di tengah kepanikan masyarakat penyebaran virus korona, Ternyata serangan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang juga memprihatinkan. Sampai dengan pertengahan Maret, tercatat sudah ada dua balita meregang nyawa akibat serangan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima satu pasien positif DBD balita dengan kondisi yang cukup parah. ”Jadi kemarin kondisinya sudah dalam keadaan shock yang kemudian menyebabkan komplikasi dan pendarahan luar biasa,” ujar dia kepada sejumlah wartawan kemarin.

Namun setelah dilakukan penanganan medis, akhirnya balita tersebut tak terselamatkan. ”Kami sudah melakukan penanganan maksimal, namun karena kondisinya saat masuk sini sudah tidak memungkinkan,” tambahnya.

Dengan bertambahnya satu korban,  Total sudah ada dua balita yang meninggal dunia akibat terserang DBD dalam kurun waktu 2,5 bulan ini. ”Datanya sudah kita laporkan,” bebernya.

Dijelaskan, dalam sehari RSUD Jombang merawat pasien sampai lima hingga enam orang. Tren kunjungan di Maret ini cenderung stabil. ”Kondisinya stabil sekitar lima sampai enam  pasien,” jelas dia.

Dengan kejadian ini, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggalakkan kegiatan 3 M Plus. Yakni menutup, menguras dan mengubur barang bekas serta mengoleskan lotion anti nyamuk pada anak-anak yang berkegiatan di luar ruangan. ”Misalnya akan sekolah atau mengaji supaya tidak tergigit nyamuk,” pungkasnya.

Dede Nurhayati, 46, salah satu keluarga pasien DBD mengatakan, awalnya anaknya mengeluhkan panas. Warga Desa Balungbesuk, Kecamatan Diwek segera membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk berobat.

”Kena DB (DBD, Red) sekitar delapan hari lalu. Awalnya saya bawa ke puskesmas, namun setelah minum obat tidak turun-turun panasnya,” jelas dia. Karena trombosit buah hatinya terus menurun, akhirnya putrinya dirujuk ke RSUD Jombang. ”Setelah dirawat di sini dua hari kondisinya saat ini stabil,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Subandriyah mengatakan, per Maret ini ada 61 pasien positif DBD. Dengan rincian dua meninggal. ”Per Maret 61 yang positif,” pungkasnya singkat. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia