alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Wabah Korona Melanda Dunia, Seniman Jombang Baca Puisi dan Doa

25 Maret 2020, 14: 49: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Beberapa seniman Jombang menggelar teatrikal, puisi sambil berdoa di belakang kantor Jawa Pos Radar Jombang.

Beberapa seniman Jombang menggelar teatrikal, puisi sambil berdoa di belakang kantor Jawa Pos Radar Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moril atas persebaran wabah korona yang tengah melanda dunia. Seperti yang dilakukan beberapa seniman Jombang, menggelar teatrikal, puisi sambil berdoa.

Suasana berbeda terlihat di halaman belakang kantor Jawa Pos Radar Jombang Rabu (18/3) lalu. Beberapa seniman, terlihat menata sebuah replika kuburan berbahan sterofoam. Di bagian atas diletakkan beberapa bunga dan rangkaian balon.

Beberapa saat kemudian, enam anak muda terlihat bergerak ke dekat replika makam, dua orang memimpin pembacaan salawat, empat lainnya berjalan mengitari replika kuburan. Satu orang diantaranya membawa bunga sembari menaburkan ke setiap beberapa langkah.

Menyusul kemudian seorang seniman lain, maju ke depan kuburan sembari membawa kertas. Ia melantunkan puisi, doa dan sejumlah kata-kata indah lainnya. Empat orang yang berkeliling, masih terus menyertainya dengan bacaan salawat.

Hingga 15 menit kemudian, pembacaan puisi ini selesai. Seluruh seniman dan santri berkumpul mengelilingi replika makam yang sudah disiapkan. Dengan serentak, seluruh orang yang terlibat kemudian melepaskan ikatan balon dan membuat replika kuburan ini naik terbawa angin ke angkasa.

“Ini refleksi yang bisa kita lakukan sebagai seniman, untuk memberi semangat kepada dunia, juga Indonesia, bahkan Jombang yang saat ini sedang terpuruk dan terganggu akibat merebaknya virus korona,” terang Binhad Nurrohmad, koordinator aksi.

Ia menyebut, dunia yang sedang kacau akibat virus korona memang sangat berdampak langsung. Tak hanya pada sisi kesehatan saja, namun juga pada kehidupan sosial dan ekonomi. “Kami dari seniman, kalangan perguruan tinggi dan pesantren ingin menyampaikan ayo kita semangat dan berdoa. Virus ini bisa ditanggulagi, masyarakat supaya terus bersemangat tidak putus asa dan berharap kehidupan juga bisa kembali normal seperti semula,” tambahnya.

Sejumlah simbol yang ditampilkan berupa replika makam yang  diterbangkan ke atas langit. “Ini simbol bahwa kita menghalau maut dan menghalau bencana dari dunia ini. Itu juga simbol jika kematian bukan hanya di bumi tapi juga ke lagit, dan kita harapkan korona juga segera pergi dari bumi,” pungkas Binhad. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia