alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pakai Daun Sirih, Siswa SMKN Kabuh Ciptakan Hand Sanitizer Alternatif

25 Maret 2020, 13: 58: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pembuatan hand sanitizer alternatif yang dilakukan siswa SMKN Kabuh.

Proses pembuatan hand sanitizer alternatif yang dilakukan siswa SMKN Kabuh. (Istimewa/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Daun sirih selain sebagai jamu dan obat sakit gigi, ternyata bisa diolah menjadi hand sanitizer atau cairan antiseptik. Dengan menggunakan campuran alkohol, air rebusan daun sirih ini bisa dibuat hand sanitizer alami.

Ide memproduksi hand sanitizer ini muncul berawal dari keprihatinan atas langkanya hand sanitizer produksi pabrik. Sejumlah siswa dan guru SMKN Kabuh yang berasal dari jurusan Kimia Industri dan Analisis Pengujian Laboratorium ini rela membuat.

“Hand sanitizer di pasaran langka, kalau ada harganya sangat mahal. Atas kondisi itu kami ingin membuat hand sanitizer alternatif dengan harga lebih terjangkau,” kata Kistiyah Ika Wahyuni, salah satu guru SMKN Kabuh kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (24/3).

Jumlah siswa yang dilibatkan dalam kegiatan produksi hand sanitizer ini sangat terbatas. “Hanya tiga sampai empat anak saja. Ada guru yang mendampingi,” lanjutnya. Membuat hand sanitizer menurut Kistiyah tidak bisa dilakukan di rumah siswa. “Demi keamanan semua proses berlangsung di laboratorium sekolah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, komposisi hand sanitizer terbuat dari air rebusan Ovimum Scantun atau daun sirih. “Daun sirih sebanyak 10 lembar ditambah 500 ml air, direbus selama 15 sampai 30 menit,” imbuhnya. Kemudian disusul alkohol dengan kadar 70 persen sampai 95 persen sebagai antiseptik. “Bahan terakhir adalah Aloe Vera Gel sebagai pelembab,” ujarnya.

Proses berikutnya, air rebusan daun sirih dengan volume 30 ml dimasukkan ke wadah untuk selanjutnya dicampur dengan alkohol 70 ml. “Aloe Vera Gel secukupnya juga dicampur. Fungsi Aloe Vera Gel untuk melembabkan, karena sifat alkohol mengeringkan kulit dan bisa iristasi. Semakin banyak Aloe Gel semakin bagus, tapi tekstur hand sanitizer akan semakin kental,” tambahnya.

Namun risikonya, hand sanitizer tidak bisa dikemas ke dalam botol model spray. “Maka dari itu volume secukupnya saja,” tambahnya. Setelah bercampur secara merata, baru setelah itu dimasukkan ke dalam botol spray.

“Awalnya kami membuat hand sanitizer untuk kebutuhan sendiri dan siswa di rumah. Namun karena banyak permintaan dari luar, produksinya kami tambah,” pungkas Kepala SMKN Kabuh Panca Sutrisno. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia