alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Warga Terdampak Proyek Jembatan Baru Ploso Mulai Bongkar Bangunan

25 Maret 2020, 13: 50: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sebagian bangunan di sisi selatan Brantas di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang yang terdampak proyek jembatan baru Ploso mulai dibongkar

Sebagian bangunan di sisi selatan Brantas di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang yang terdampak proyek jembatan baru Ploso mulai dibongkar (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebagian bangunan di sisi selatan Brantas di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang yang terdampak proyek jembatan baru Ploso mulai dibongkar. Ada sekitar tujuh bangunan yang dibongkar sendiri oleh eks pemilik lahan.

Pantauan di lokasi Selasa (17/3) siang, tujuh bangunan itu berada di pinggir jalan provinsi. Seluruhnya merupakan rumah warga, namun bangunan itu sudah tak lagi dihuni. “Sudah satu mingguan ini bongkarnya,” kata Anto, salah satu warga kemarin (17/3).

Dijelaskan, pembongkaran dilakukan usai adanya sosialisasi dari pemkab. “Kemarin sudah disurvei juga, katanya April mau dimulai. Makanya sejak satu minggu yang lalu sudah dibongkari,” imbuh dia.

Sebagian material yang dinilai masih bisa dipergunakan dikumpulkan. Nampak sejumlah bata merah bekas reruntuhan tembok tertumpuk rapi. Beberapa kayu bekas kerangka atap juga tertata di pinggir jalan. “Nggak semua dibawa pulang, pokoknya sekiranya masih bisa dipakai tidak dibuang. Paling kayu, seng sama bata saja yang masih bisa dipakai lagi,” sambung Anto.

Selain itu, ada juga pemilik warung yang terdampak proyek memutuskan membongkar warungnya belakangan. ”Warung saya juga kena, tapi belum saya bongkar. Kan batasnya sampai April pengosongannya, lumayan masih bisa buat jualan,” bebernya.

Senada Johan warga lainnya mengakui, untuk saat ini sebagian bangunan yang sudah bebas mulai dibongkar. “Kabarnya kemarin pas ada survei akhir bulan alat beratnya sudah didatangkan,” sambung Johan.

Proses pembongkaran bangunan rumahnya memang cukup memakan waktu, sebab tidak semua material dihancurkan. ”Jadi yang masih bisa dipakai kita sisihkan. Yang bongkar kan yang punya rumah, ya biayanya sendiri,” terang dia kemudian menunjuk salah satu rumah.

Dikonfirmasi terkait itu Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang melalui M Rakhmat Sunendar Kabid Bina Marga mengakui, sudah adanya sosialisasi yang dilakukan pemkab. “Jadi itu memang sudah kita sosialisasikan sebulan lalu, karena dalam waktu dekat pekerjaan mau dimulai. Teman-teman dari kementerian menyarankan yang sudah bebas segera dibersihkan, supaya nanti bisa langsung action,” katanya dikonfirmasi.

Karena itu lanjut Nendar, pihaknya memberi kelonggaran kepada warga untuk membongkar sendiri banguna rumahnya yang sudah dibebaskan. “Warga waktu itu malah senang dan antusias. Sehingga dibongkari sendiri, sebab sebelumnya itu malah berharap segera, karena sudah bebas kok tidak dibongkar-bongkar. Kami sendiri kan waktu itu nunggu kepastian kementerian,” imbuh dia.

Sosialiasi yang dihelat itu juga langsung ke eks pemilik lahan. “Jadi kemarin itu kami sudah door to door ke warga dan mereka siap,” sambung dia.

Disinggung terkait sejumlah bangunan rumah warga yang hanya dibongkar sebagian saja, Nendar membenarkan. ”Memang bangunan ada yang terdampak sebagian saja, jadi tidak seluruhnya dibongkar, hanya yang terdampak saja,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia