alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tanaman Diserang Hama Ulat, Petani Kacang Panjang di Kabuh Meradang

25 Maret 2020, 13: 27: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petani kacang panjang di Dusun Sekaru, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang

Petani kacang panjang di Dusun Sekaru, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Petani kacang panjang di Dusun Sekaru, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang saat ini sedang waspada terhadap serangan hama ulat. Dalam beberapa hari terakhir, serangan ulat merajalela.

Wajah Suparman tak bisa sumringah. Meski bibirnya tersenyum, namun tutur katanya datar saat menceritakan tanaman kacang panjang miliknya yang diserang hama ulat. Maklum, di musim kali ini, ada saja hal-hal di luar dugaan yang membuat hasil panen tidak bisa melimpah.

“Pokoknya setelah dipetik, di belakang itu disemprot. Supaya ulat tidak semakin banyak,” katanya kemarin (17/3). Ia menyebut, sawah miliknya yang ditanami kacang panjang seluas 3.570 M2. Sebagian besar sudah diserang hama ulat. Penanganan cepat pun dilakukan agar tanaman kacang panjang tidak membusuk.

“Makanya langsung disemprit, biar yang kecil ini tidak ikut kena,” imbuh dia. Sembari menunjukkan sebagian kacang yang terserang ulat, dia mengaku ulat menyerang daun dan batang kacang. “Kalau daunnya yang kena itu kering, sementara batang di ujung. Kalau parah sampai busuk terus kacangnya jatuh ke tanah,” sambung lelaki ini.

Sejauh ini penanganan dilakukan hanya penyemprotan. “Disemprot pakai obat saja, nanti mati sendiri,” terang dia kemudian tertawa. Kacang yang dia tanam biasanya dipetik setiap tiga hari sekali. “Jadi misal hari ini petik, nunggu tiga hari lagi baru dipetik. Tidak dipanen semua, ditinggal yang masih kecil,” terangnya.

Biasanya, kacang panjang itu dijual keluar Jombang. “Semua dibawa ke Krian, jualnya di sana. Sekarang harganya lumayan sekilo Rp 8.000 perkilo,” sebut dia. Dalam sekali petik, jika tanaman kondisi maksimal, ia bisa mendapat hingga empat kuintal.

“Kalau sudah kena ulat dan kerusakan tanaman parah, paling satu kuintal saja. Masih lumayan, soalnya tidak hanya kacang panjang, ada juga kangkung,” pungkas Suparman. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia