alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

RSUD Jombang Tak Punya Alat Deteksi Virus Korona

17 Maret 2020, 11: 31: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, RSUD Jombang

Ilustrasi, RSUD Jombang (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menyampaikan sampai saat ini belum memiliki alat untuk mendeteksi virus korona. Peralatan deteksi tersentral di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Timur. Sehingga harus menunggu beberapa hari untuk memastikan pasien positif atau tidak.

Menurutnya, banyak tahapan yang harus dilalui saat ada pasien yang diduga memiliki ciri terpapar virus Covid-AP. Langkah awal, pihak RSUD harus melapor ke Dinas Kesehatan Jombang, yang kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi. “Baru setelah itu petugas diturunkan ke RSUD Jombang untuk mengambil sampel dari tenggorokan,” tambah Pudji.

Untuk menunggu petugas turun ke RSUD juga tidak bisa langsung dilakukan hari itu begitu laporan disampaikan. Harus menunggu beberapa hari dulu karena petugas juga harus mengambil sampel di beberapa daerah lain. Seperti satu pasien suspect korona yang dirawat di ruang isolasi RSUD Jombang beberapa waktu lalu.

Sudah beberapa hari diisolasi, pengambilan sampel baru dilakukan kemarin (16/3) pagi. Hasilnya diperkirakan sekitar lima hari ke depan baru bisa diketahui, setelah pemeriksaan. “Jadi masih lima hari tahu hasilnya positif atau negatif,” imbuhnya.

Pudji mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir berlebihan tentang korona. Jika mengalami keluhan seperti ciri korona, baiknya diperiksakan ke Faskes tingkat satu. “Karena kami sudah mengajarkan screening kepada puskesmas,” tambahnya. Nanti wawancara akan dilakukan tentang rekam jejak interaksi dan perjalanan pasien sebelum mengalami gejala yang dikeluhkan.

Terkait pembiayaan, setelah hasil rapat tertutup dengan Bupati Mundjidah Wahab kemarin, maka akan dibuatkan Perbup mengingat Covid-19 ditetapkan sebagai wabah. “Jika ini jadi wabah akan dibuat Perbup yang menyatakan jika pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah,” jelasnya.

Untuk satu pasien yang kemarin sudah diperiksa, lanjut Pudji,   pembiayaan masuk dalam tanggung jawab RSUD Jombang. “Estimasinya sekitar Rp 1 juta,” pungkas dia. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia