alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kecuali UNBK, US dan UM, Jombang Hari Ini Terapkan Home Learning

17 Maret 2020, 11: 08: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Mundjidah Wahab memberikan keterangan pers mengenai kebijakan pencegahan virus korona di pendapa.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab memberikan keterangan pers mengenai kebijakan pencegahan virus korona di pendapa. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Bupati Jombang Mundjidah Wahab akhirnya menerapkan sistem Home Learning (pembelajaran di rumah), sebagai upaya antisipasi penyebaran virus Covid-19. Mulai hari ini (17/3) hingga 28 Maret nanti, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan online. 

“Tidak libur, tapi belajar di rumah, melalui metode jaringan online dan pemberian tugas,” tegasnya dalam konferensi pers usai menggelar rapat tertutup dengan para pejabat dan jajaran Forkopimda, pagi kemarin (16/3). 

Ia menyampaikan, kegiatan yang diperbolehkan di sekolah hanya untuk mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah, termasuk ujian madrasah. “Jadi ujian nasional dan ujian sekolah atau ujian madrasah tetap berlangsung sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” tambahnya. 

Bupati Mundjidah Wahab saat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dasar.

Bupati Mundjidah Wahab saat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dasar. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Penerapan ini tidak hanya berlaku di lembaga pendidikan mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga perguruan tinggi. Tapi juga kegiatan belajar di TPQ atau madrasah diniyah. Estimasi waktunya juga sama selama 14 hari ke depan. “Kita memilih 14 hari karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona,” sambung orang nomor satu di Jombang ini. 

Bupati juga meminta kepada Dinkes dan RSUD Jombang lebih pro aktif dalam menghadapi persebaran virus korona. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Semua fasilitas umum, baik masjid, musala, pondok pesantren, tempat ibadah, lembaga pendidikan hingga pabrik, harus menyediakan sarana cuci tangan lengkap dengan sabun cair, cairan antiseptik atau yang sejenis. 

“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik, dan menunda kegiatan yang bersifat kerumunan massa. Tetap waspada terhadap wabah Covid-19,” tegasnya, seraya menyebut penanganan virus korona selanjutnya akan dilaksanakan gugus tugas yang melibatkan seluruh OPD dan stakeholder. 

Usai menggelar konferensi pers, bupati langsung meninjau beberapa sekolah untuk sosialisasi pembelajaran online. Diantaranya ke SMPN 1 Jombang dan SDN Jombatan 4. Selain ingin melihat kesiapan sekolah melakukan pembelajaran online. Bupati juga memastikan ada penugasan guru khusus yang datang ke rumah siswa, bagi sekolah pinggiran yang tidak bisa terakses internet. 

“Kenapa kita tidak sesuai imbauan gubernur yang seharusnya dimulai hari ini (kemarin, Red) belajar di rumah, karena kita gunakan waktu satu hari untuk sosialisasi kepada seluruh sekolah,” ungkap Mundjidah.

Khusus untuk siswa pinggiran yang tidak memiliki gadget atau sarana prasarana untuk mengikuti pelajaran online. Bupati menegaskan Dinas P dan K untuk memberi tugas kepada guru khusus, agar mendatangi ke rumah siswa. “Ini khusus siswa pinggiran yang tidak ada HP atau tidak ada kases internet. Jadi sama sekali tidak ada libur, mereka harus belajar di rumah,” tambahnya. 

Sementara di SDN Jombatan 4 sendiri sudah diantisipasi melalui paguyuban yang ada di masing-masing kelas. Sehingga penyampaian informasi kepada wali murid menjadi lebih mudah dan cepat. “Untungnya, di sini sudah ada paguyuban, jadi kita tinggal menginformasikan kepada walimurid, belajar di rumah bisa langsung melalui online, dan kebetulan satu sekolah semuanya sudah siap,” tambah Bupati. 

Terpisah, Jamadi Kepala SDN Jombatan 4 menyampaikan siap melaksanakan pembelajaran online. “Kita sampaikan ke guru kelas dan guru mata pelajaran untuk diisi dengan bahan materi atau penugasan kepada anak-anak,” ujarnya. 

Untuk siswa kelas pun sama tetap belajar di rumah. Sekolah akan memberikan contoh soal untuk menghadapi ujian akhir. Kebetulan sampai dua minggu kedepan, tidak ada ujian yang dijadwalkan. “Ujian akhir dan penilaian akhir sekolah baru awal April,” pungkas dia. (*)

Guru Tetap Masuk, Koordinasi Melalui WA

SEMENTARA itu selama dua pekan ke depan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) seluruh siswa di semua jenjang, dilakukan jarak jauh melalui dunia maya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang, sudah membuat kisi-kisi materi pembelajaran di rumah selama 11 hari.

Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo menyampaikan, kisi kisi tersebut sudah disebarkan ke masing-masing sekolah mulai TK, SD sampai SMP. Guru tetap diminta berangkat ke sekolah, setiap hari sesuai jam kerja dengan memberikan layanan pembelajaran jarak jauh dan melakukan pembersihan lingkungan. 

”Teknis belajar di rumah dapat dilakukan berbagai cara, misalnya memberi tugas melalui pesan jejaring sosial Whatsapp (WA) orang tua yang nantinya tugas itu akan dikumpulkan 30 Maret depan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang. 

Selain melalui jejaring sosial Whatsapp, pihaknya juga menyampaikan satuan pendidikan dapat memanfaatkan rumah belajar yang dikembangkan Pusat Data Teknologi dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud. ”Sudah kami sampaikan melalui edaran. Untuk teknis pembelajarannya diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan,’’ jelas dia.

Disamping itu, Agus juga mengimbau kepada orangtua agar ikut mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan putra-putrinya di rumah. Khususnya selama dua minggu ke depan, siswa diminta tidak bepergian apalagi rekreasi ke tempat yang banyak didatangi kerumunan orang. ”Karena tujuan pembelajaran di rumah ini bukan untuk libur, tapi menyikapi wabah korona,’’ paparnya. 

Setiap kepala sekolah, diminta memonitor absensi ketidakhadiran pendidik dan tenaga kependidikan selama masa Learning Home ini. ”Kalau misal ada guru atau tenaga pendidik yang sakit agar segera koordinasi dengan dinas kesehatan setempat, kami juga melarang warga sekolah melakukan kontak fisik misal bersalaman, cium tangan dan sebagainya,’’ papar dia. 

Minggu ini, lanjut Agus, jenjang SMP sedang melaksanakan kegiatan ujian sekolah. Sesuai edaran yang disampaikan, kegiatan ujian sekolah atau UNBK tetap berjalan sesuai jadwal. ”Artinya yang belajar di rumah ini yang tidak ujian, kemudian yang ada ujian sekolah (US) harus tetap masuk sesuai jadwal,’’ pungkasnya. (*)

(jo/wen/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia