alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Antisipasi Korona, Hari Ini Kawasan Makam Gus Dur Ditutup Sementara

16 Maret 2020, 12: 46: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Peziarah di area Makam Gus Dur masih berjubel kemarin siang. Mulai hari ini makam akan ditutup.

Peziarah di area Makam Gus Dur masih berjubel kemarin siang. Mulai hari ini makam akan ditutup. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Mewabahnya virus korona juga mendapat perhatian dari pengasuh pondok Pesantren Tebuireng. Salah satunya mengeluarkan kebijakan menutup semua kunjungan ziarah ke kompleks maqbaroh Tebuireng, termasuk aktivitas peziarah ke makam Gus Dur mulai hari ini (16/3).

Hal itu, sebagaimana tertuang dalam surat edaran nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 yang ditandatangani Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. Dalam surat itu dijelaskan, pihaknya menutup semua kunjungan ziarah terhitung mulai Senin (16/3) pukul 00.00 hingga waktu yang belum ditentukan. Pihaknya, juga menyatakan permohonan maaf atas penutupan tersebut. 

Pantauan dilokasi kemarin siang (15/3), tampak aktivitas para peziarah masih berjubel di areal makam Gus Dur. Hujan deras tak menyurutkan niat para peziarah untuk mengunjungi makam Presiden RI ke-4 tersebut. Mereka tak hanya memenuhi pendapa utama depan makam, melainkan sejumlah lorong di depan makam juga dipenuhi peziarah untuk berdoa. 

Ketika dikonfirmasi, Lukman Hakim, Mudir pondok Tebuireng membenarkan adanya penutupan akses peziarah ke makam Tebuireng.  Hal tersebut sesuai hasil rapat yang dilakukan keluarga besar Ponpes Tebuireng. "Berkenaan dengan kebijakan ini, kami atas nama keluarga besar Pesantren Tebuireng menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujar dia. 

Dijelaskan, penutupan wisata makam Gus Dur tersebut mengikuti anjuran pemerintah daerah maupun pusat, agar setiap pihak membatasi kegiatan yang menimbulkan berkumpulnya banyak orang. ”Antisipasi ini kita lakukan tidak lain untuk melindungi empat ribu santri, terutama agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan,” tambahnya.

Penutupan tersebut akan dilakukan hingga situasi dianggap sudah aman. Artinya, dari rapat yang digelar belum ada keputusan mengenai batas waktu penutupan. ”Ya artinya kalau situasi sudah aman, maka akan kita buka kembali,” terangnya. 

Selain menutup akses wisata makam Gus Dur, pihak pondok juga membatasi kegiatan santri. Misalnya, ada studi banding, study tour ataupun kunjungan dari pihak luar semua ditunda. ”Hal-hal semacam itu kita pending (tunda) dahulu. Kami sebenarnya tidak ingin memutus tali silaturahmi ini, namun karena berbagai pertimbangan maka kami tunda terlebih dahulu,” tegasnya.

Bahkan, kunjungan wali santri rencananya juga akan dibatasi. Dikatakan, jika tidak ada kebutuhan mendesak orang tua tidak diperkenankan menjenguk putra-puri mereka. ”Kalau ada sangat penting akan kami berikan tempat khusus, nanti kami siapkan di luar lingkungan pondok,” pungkasnya.

Cek Suhu Tubuh Penumpang KA

SEMENTARA itu, mulai Minggu kemarin (15/3), penumpang kereta api (KA) diperiksa suhu tubuh mereka satu persatu. Jika ada penumpang yang suhu tubuhnya ditemukan lebih dari 38 derajat celcius maka pihak stasiun akan meminta calon penumpang untuk turun. 

Pantauan dilokasi, setiap penumpang yang akan masuk atau naik kereta dicek satu persatu, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Untuk memeriksa tubuh mereka, petugas menggunakan alat thermoscan.

”Kita mengecek suhu tubuh penumpang, karena salah satu tanda dari terinfeksi virus ini adalah suhu tubuh di atas 38 derajat celcius,” ujar Sutrisno kepala Stasiun Jombang.

Untuk mengecek suhu tubuh penumpang, petugas cukup menempelkan alat tersebut ke dahi atau minimal lima centimeter dari dari penumpang. Dari hasil pemeriksaan kemarin, rata-rata suhu tubuh penumpang 34,5 derajat celcius hingga 36.  ”Ketika kita menemukan suhu tubuh diatas 38 derajat maka langsung kita lakukan langkah-langkah misalnya kita lakukan pemeriksaan medis dengan bertanya apakah pernah ke luar negeri atau kontak dengan orang-orang dari daerah terjangkit,” jelas dia. 

Bagi penumpang yang ditemukan dengan kondisi suhu tubuh di atas 38 derajat, maka pihaknya akan melarikan ke rumah sakit. Serta melarang penumpang tersebut bepergian atau naik kereta. ”Untuk tiketnya kita kembalikan 100 persen,” jelas dia.

Dari hasil pemeriksaan petugas hingga siang kemarin, diakui belum ada penumpang yang terindikasi suhu tubuh di atas 38 derajat. ”Sejauh ini belum kita temukan, namun ketika ada akan kita koordinasikan dengan pihak rumah sakit,” jelas dia. 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran mengaku belum ada pasien yang positif korona dari Jombang. ”Sejauh ini belum ada,” ujar dia. 

Namun diakui, ada satu pasien yang dirawat di ruang isolasi karena menderita pneumonia. Dari hasil perkembangan, pasien tersebut sudah membaik. ”Dari hasil uji laborat yang kita lakukan kemarin, pasien sudah membaik dan akan segera kita pindah ke ruang pelayanan umum,” pungkasnya.

Bupati Batasi Kegiatan Kerumuman Massa

SEMENTARA itu, merebaknya virus korona alias Covid-19 membuat Pemkab Jombang memberlakukan beberapa kebijakan. Salah satunya, membatasi kegiatan yang menimbulkan kerumuman massa. Mulai Minggu (15/3) kemarin, kegiatan car free day (CFD) ditiadakan hingga waktu yang belum ditentukan. 

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, selain menghentikan CFD, bupati juga membatasi kegiatan lain diantaranya, senam sehat di Alun-alun hingga kegiatan masyarakat yang sudah diagendakan Minggu kemarin. ”Selain itu kegiatan sedekah desa di Wonosalam kita batasi, silahkan dilanjut namun tidak pakai arak-arakan. Tadi pagi sudah kita koordinasikan,” ujar dia. 

Bupati juga menginstruksikan, beberapa musala dan masjid yang terdapat karpet agar dibersihkan. Sebab, benda tersebut menjadi benda yang rentan terhadap penularan virus korona. ”Kedua, kalau masjid dan musala pakai karpet lebih baik digulung saja, lalu lantainya setiap hari di-pel. Saat ini kita masih menunggu instruksi dari ibu Gubernur terkait adanya kegiatan pengajian di pondok atau kegiatan lain yang banyak dikerumuni massa,” jelas dia.  

Minggu kemarin, bupati memantau beberapa fasilitas umum. Misalnya, di stasiun KA Jombang bupati memeriksa kesiapan antisipasi korona. Menurut dia, fasilitas umum termasuk terminal dan stasiun adalah kawasan yang rentan penularan virus korona. Sebab, di tempat tersebut banyak warga luar kota yang datang ke Jombang. ”Kita pantau perjalanannya, kita deteksi dulu pakai thermoscan kalau suhu badannya kurang sehat kita lakukan pemeriksaan medis,” papar dia. 

Disinggung mengenai dua warga Jombang yang masuk dalam isolasi RSUD Jombang, Bupati belum bisa menyampaikan secara detail. Dua pasien tersebut masih dalam tahap uji pemeriksaan. ”Masih kita periksa, masih disolasi saja, karena kedua-duanya pernah bersalaman dengan orang yang di Solo. Sehingga itu kita rawat dulu,” pungkasnya. 

Sementara Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menerjunkan sekitar 400 orang untuk membersihkan fasilitas yang ada di Stasiun. Mulai gagang pintu, meja loket hingga pijakan untuk penumpang naik ke kereta. ”Kita lakukan di sentra publik yang seringkali didatangi masyarakat. Karena benda - benda semacam ini seringkali dipegang masyarakat,” pungkasnya singkat. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia