alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Klaim Proyek Desa Jatiwates Tembus Rp 24 Juta, Diduga untuk Bancakan

15 Maret 2020, 18: 03: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Surat rekomendasi yang dikeluarkan Inspektorat Kabupaten Jombang terkait proyek di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang.

Surat rekomendasi yang dikeluarkan Inspektorat Kabupaten Jombang terkait proyek di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Rekomendasi Inspektorat terkait pemberian amplop kepada BPD Jatiwates, mulai terang. Pemdes Jatiwates dikenai klaim cukup banyak hingga lebih dari Rp 24 juta. Klaim itu atas dugaan kelebihan proyek dana desa (DD) 2018 dan 2019.

Dalam lembaran kertas berkop Inspektorat Jombang dengan Nomor X.700/1616/415.15/2020 tertanggal 10 Maret 2020 menyebut, ada beberapa rekomendasi. Surat ini juga ditandatangani Inspektur Eka Suprasetya lengkap dengan cap stempel. 

Tertulis dalam surat itu ada kelebihan uang dalam pengerjaan dua proyek 2018 dan 2019 yang dilaksanakan TPK Desa Jatiwates. Kelebihan pembayaran itu terdapat pada proyek pengerjaan paving di Dusun Sumbersuko, Desa Jatiwates. Proyek yang didanai DD 2018 ini disebut ada kelebihan bayar hingga Rp 866.306. 

Selain itu, Inspektorat menilai ada pula kelebihan bayar untuk proyek pembangunan sanitasi di empat dusun di Desa Jatiwates. Meliputi, Dusun Sumbersuko, Jatisari, Maijo dan Wates. Proyek pembangunan MCK ini didanai PID dan dikerjakan 2019 dengan dana Rp 148.000.000. Sedangkan besaran pengembalian uang yang harus dilakukan TPK adalah Rp 23.827.366,81. Seluruh pengembalian uang itu harus disetor ke rekening desa kembali.

Dikonfirmasi hal ini anggota BPD Jatiwates Purwanto tak menampik. Lembaran itu memang telah beredar di sejumlah grup pesan singkat desa. “Sebenarnya rekomendasinya tebal, cuma yang sampai kami, baru satu lembar itu,” terangnya kemarin.

Ia menyebut, setelah rekomendasi Inspektorat datang ke desa, dokumen hingga kini masih disimpan di kantor desa. Upaya BPD untuk meminta salinan dokumen belum bisa. “Katanya dokumennya rahasia, jadi boleh dilihat dibaca tapi tidak boleh digandakan, padahal kami butuh untuk memelajari rekomendasinya,” lanjut dia.

BPD Jatiwates juga belum diajak bicara oleh pihak desa. Sehingga pihaknya akan terlebih dahulu membahas secara internal. “Kalau memang tidak boleh, kami akan berusaha minta sendiri ke Inspektorat,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan 73 MCK di Desa Jatiwates sempat dimonev ulang. Inspektorat Jombang memastikan, pembangunan MCK itu melanggar RAB yang telah dibuat sehingga ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan desa. Selain perbaikan bangunan, salah satu rekomendasinya juga adanya pengembalian kelebihan uang. (*)

Uang Dimasukkan Kas Desa

SEMENTARA itu, Cahya Enjang Putra Sekdes Jatiwates mengakui sudah menerima rekomendasi dari Inspektorat Jombang ke desanya. Dia tak menampik adalah klaim pembayaran yang harus dikembalikan ke rekening desa.

“Terkait rekomendasi tindaklanjut pemeriksaan Inpektorat di Jatiwates sudah turun. Di dalamnya ada klaim,” katanya kemarin (14/3). Sayang, Cahya enggan menjelaskan terkait klaim tersebut. 

“Kalau tentang itu yang lebih tahu dan pas ke pak kades,” imbuh dia. Meski begitu, surat rekomendasi tersebut sudah ditindaklanjuti dengan dibahas secara khusus dalam rapat. “Sudah disampaikan ke TPK dan BPD Jatiwates,” sambungnya.

Terkait pemberian amplop, lanjut dia, sementara hanya perangkat desa yang sudah mengembalikan. Di dalamnya terdapat uang senilai Rp 3,5 juta. “Dikembalikan uangnya dan sekarang dimasukkan kas desa. Sementara yang baru dimasukkan dari perangkat, kalau yang di BPD masih dibawa,” terang dia.

Meski tak dijelaskan dalam item apa amplop tersebut, menurutnya uang dalam amplop sesuai dengan tindaklanjut Inspektorat Jombang. “Jadi waktu itu bendahara sudah tanya langsung ke Inspektorat, akhirnya dimasukkan ke kas desa. Lebih tahunya ke bendahara atau pak kades,” pungkas Cahya.

Hingga berita ini ditulis, A Yudin Karimin Kades Jatiwates belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan selulernya, terdengar nomor tidak aktif. Begitu pula melalui pesan Whatsapp belum ada balasan. (*)

(jo/fid/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia