alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kadisporapar Jombang Diperiksa Jaksa soal Proyek Paving Tirta Wisata

15 Maret 2020, 17: 20: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proyek pemasangan paving yang berlangsung di Tirta Wisata Keplaksari.

Proyek pemasangan paving yang berlangsung di Tirta Wisata Keplaksari. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kejaksaan negeri (Kejari) Jombang melanjutkan pemeriksaan terhadap pembangunan Taman Tirta Wisata. Pagi kemarin (13/3), Kepala Disporapar Hadi Siswaji  mendatangi panggilan untuk diperiksa penyidik.

Hadi terlihat datang sendirian sekitar pukul 08.30. Memakai atasan putih dan bawahan hitam, di tangannya nampak setumpuk kertas putih yang diduga merupakan dokumen proyek Tirtawisata. Sambil berjalan cepat, Hadi tak mengatakan sepatah katapun dan langsung nyelonong masuk ke ruang penyidik melalui pintu gerbang sebelah selatan. Hingga pukul 12.00, ia belum keluar dari kantor Kejari Jombang.

Dikonfirmasi terpisah, Andi Subangun Kasi Intelejen Kejari Jombang tak membantah perihal adanya pemeriksaan terhadap kepala Disporapar. Ia menyebut, kedatangan Hadi Siswaji ke Kejari memang atas undangan kejaksaan. “Pemeriksaan ada, hari ini kita lakukan pemanggilan,” terangnya.

Musala yang dibangun Disporapar Kabupaten Jombang di halaman GOR Merdeka.

Musala yang dibangun Disporapar Kabupaten Jombang di halaman GOR Merdeka. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Kedatangan Hadi dengan membawa setumpuk berkas itu juga untuk memenuhi proses pulbaket yang sedang dilakukan Kejari. “Kita masih dalam tahap pemeriksaan dokumen, jadi kita minta kepala dinas untuk datang dengan membawa dokumen proyek, sambil kita inventarisir data di dalamnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Jombang turun ke lapangan untuk mengecek kondisi proyek bernilai Rp 1 miliar di Tirta Wisata Rabu (11/3). Pengecekan itu merupakan langkah awal pengumpulan barangbukti dan keterangan (pulbaket) setelah pembangunan Tirta Wisata menjadi sorotan banyak pihak. Dalam pengecekan itu ada sejumlah temuan berupa kerusakan pada bangunan yang masih baru. (*)

Musala GOR Merdeka Belum ber-IMB, Satpol PP Adem Ayem

TERPISAH Satpol PP Jombang terlihat adem ayem. Menyusul pembangunan musala depan GOR Merdeka yang dibangun Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang tanpa kantongi izin mendirikan bangunan (IMB).  

Agus Susilo Sugioto Kasatpol PP Jombang menerangkan, pihaknya dalam waktu dekat melakukan koordinasi dengan dua organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. “Kami minta koordinasi dengan dua dinas dulu, sekarang posisinya bagaimana. Benar belum ada IMB atau masih proses, kami sendiri belum tahu,” katanya dikonfirmasi kemarin (13/3).

Alasan itu yang membuat pihaknya sementara belum  memastikan langkah yang akan diambil. Termasuk melakukan penindakan. “Sampai hari ini (kemarin, Red) saya sendiri belum tahu, karena baru di Jombang setelah Diklat Pim II di Surabaya. Makanya tetap koordinasi dulu, karena terlanjur dibangun,” imbuh dia.

Meski begitu Agus menceritakan, musala yang dibangun dengan anggaran Rp 187.939.000 itu sebelumnya tak ada pemberitahuan terlebih dahulu. “Jadi sebelum dibangun memang tidak ada koordinasi kalau disana (depan GOR Merdeka, Red) akan dibangun musala. Mungkin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga sama, baru tahu sekarang,” sambung Agus.

Menilik aturan yang ada, sebelum bangunan berdiri, biasanya  dibahas dahulu dengan dinas teknis lain. “Memang aturannya begitu, sudah ada tim koordinasi penataan ruang daerah. Biasanya pendirian apapun, apakah itu pabrik dan sebagainya dibahas dulu,” beber dia.

Kendati demikian Agus tetap akan mengambil langkah setelah ada koordinasi lebih lanjut. “Nanti akan turun ke lapangan, izinnya biar tetap diurus. Tetapi kami tetap jalan,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia