alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Jadi Kurir Sabu, Dua Remaja Jombang Diringkus Polres Jombang

13 Maret 2020, 15: 07: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, narkoba.

Ilustrasi, narkoba. (Dok/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – NAA, 18, dan IF, 18, dua remaja Jombang ini hanya bisa tertunduk saat diamankan di Mapolres Jombang. Keduanya, ditangkap lantaran terendus petugas menjadi kurir sabu-sabu dengan jaringan antar kota.

“Yang bersangkutan ini kita amankan di wilayah Jombang saat mengambil barang bukti narkoba (sabu-sabu, Red) dengan sistem ranjau,” ujar Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan dalam press rilis Kamis (12/3) kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, kedua remaja ini dipandu jaringan bandar yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas. “Jadi mereka hanya menjalankan arahan bandar, untuk mengambil dan mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan sistem ranjau,” bebernya.

Tak tanggung-tanggung, dari penangkapan jaringan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu mencapai puluhan gram. “Barang buktinya mencapai 98 gram lebih, ya hampir 1 ons lah, sekitar Rp 100 juta kalau dijual. Termasuk barang bukti lain juga kita amankan,” lanjutnya.

Dari keterangannya kepada polisi, NA dan IF mengaku sudah beraksi dalam beberapa bulan terakhir. Hingga tertangkap polisi, keduanya menyebut sudah empat kali melakukan aksinya sebagai kurir. “Ini keempat kalinya, sampai akhirnya tertangkap ini,” tambah Boby.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dan pelacakan untuk bisa meringkus bandarnya. “Kita masih lakukan pelacakan untuk jaringannya,” lontar Boby.

Kini tersangka beserta barang bukti, diamankan di Polres Jombang, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Pelaku Masih Pelajar Tingkat SMA

SEMENTARA itu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepolisian. Kedua remaja yang menjadi kurir sabu-sabu di ketahu masih usai sekolah.

NAA, 18, diketahui masih tercatat sebagai salah satu siswa di salah satu SMA di wilayah Jombang. Sementara IF, 18, diketahui sudah putus sekolah. “Ya, untuk NAA ini masih sekolah, kelas 12 di salah satu SMA swasta di wilayah dalam kota. Sementara temannya IF ini sudah putus sekolah,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid.

Dari pengakuannya kepada penyidik, NAA baru sekitar empat bulan terlibat jaringan peredaran sabu-sabu. Dalam menjalankan aksinya, NAA berduet dengan IF. “Dari keterangannya, pelaku ini dua kali mengambil barang di luar Jombang, dua kali juga mengambil di Jombang,” tambahnya.

Mukid juga menyebut, dari pendalaman yang ia lakukan pada tersangka, perkenalan NAA pada narkoba memang karena pengaruh pergaulan serta kondisi kehidupannya. NAA, disebutnya merupakan anak yang tinggal hanya dengan neneknya setelah kedua orag tuaya tiada.

“Karena itu, dia bisa kenal dengan jaringan narkoba ini, kemungkinan dia juga butuh uang untuk kebutuhan dia hidup sehari-hari,” tambahnya.

Terlebih, menurut Mukid, upah yang mereka terima dari setiap menjalankan transaksi pengiriman cukup menggiurkan. Dalam satu kali pengambilan dan pengiriman, kedua remaja ini biasa dibayar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Uang biasaya akan ditransfer langsung sama bandar.  Jadi dia nanti bisa langsung mengambil di bank dengan membawa kode khusus, nanti uangnya dibagi berdua. Itu belum termasuk bonus sabu untuk bisa digunakan keduanya,” lontar Mukid.

Hingga kini, Mukid masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya. “Mereka ini licin sekali. Komunikasi mereka sama bandar juga sangat tertutup dan tidak pernah saling bertemu. Kita masih upayakan pelacakan,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia