alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kejaksaan Lakukan Pulbaket Proyek Pembangunan dan Paving Tirta Wisata

13 Maret 2020, 14: 51: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proyek paving di Tirta Wisata Keplaksari Jombang.

Proyek paving di Tirta Wisata Keplaksari Jombang. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Untuk mengecek langsung kondisi proyek Taman Tirta Wisata yang diduga bermasalah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang turun ke lapangan. Terutama pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari sejumlah orang yang terlibat. 

Kasi Intelejen Kejari Jombang, Andi Subangun, menyampaikan pengecekan ke lokasi pembangunan Taman Tirta Wisata dilakukan Rabu kemarin (11/3). “Memang kita melakukan pulbaket kemarin, kita cek ke lokasi pembangunan,” terangnya kemarin (12/3).

Pengecekan itu merupakan langkah awal untuk pengumpulan barangbukti dan keterangan (pulbaket) setelah pembangunan Tirta Wisata menjadi sorotan banyak pihak. “Ya kita menindaklanjuti pengaduan yang masuk, baru pulbaket awal,” lanjut dia.

Dalam pengecekan itu ia mendapatkan sejumlah temuan berupa kerusakan pada bangunan yang masih baru. Andi juga menyebut  beberapa kejanggalan lain dari proyek 2019 itu. “Hanya saja ini masih pemeliharaan, jadi masih tanggung jawab kontraktor,” tambahnya.

Pihaknya akan terus memantau proyek tersebut. Jika sejumlah temuan kerusakan hingga kejanggalan tak segera diperbaiki dengan benar, maka dirinya tak akan ragu terus mengusut kasus hukum. “Ya kita lihat nanti, kalau setelah pemeliharaan tidak ditindaklanjuti, kita baru bisa melangkah ke proses lebih lanjut,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan sarana dan prasarana Taman Tirta Wisata dilaksanakan dengan menyedot APBD Kabupaten 2019 senilai Rp 1 miliar.  Pekerjaan itu meliputi beberapa item. Masing-masing pembuatan panggung kesenian atau pertunjukan, gapura identitas, gazebo, dan pagar pembatas serta pemasangan lampu taman. Jangka waktu pelaksanaan selama 120 hari.

Sebelumnya, ditemukan pula pengerjaan paving yang diduga merupakan proyek siluman. Tidak tahu pasti dari mana asal muasal uang pembangunan paving tersebut. Setelah jadi sorotan publik, seluruh paving tiba-tiba diangkut menuju terminal wisata makam Gus Dur dengan alasan pembangunan dilanjutkan di titik lain. (*)

Fasilitas Penunjang Musala Tak Fungsi

DI tempat lain, fasilitas penunjang seperti kran yang digunakan untuk berwudlu di musala GOR Merdeka yang dibangun Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, ternyata tak berfungsi. 

Pantauan di lokasi kemarin (12/3), musala dalam keadaan tertutup. Pintu utama nampak terkunci. Musala yang menelan anggaran Rp 187.939.000 dari APBD Kabupaten 2019 itu jarang dibuka. “Setahu saya sampai sekarang ya dibiarkan tutup,” kata Nur, salah satu pedagang kaki lima. 

Hari-hari biasa, musala tetap dalam keadaan terkunci sehingga tidak diketahui fungsinya untuk apa. “Dibuka pas ada acara saja, seperti kemarin sempat dibuka. Acaranya selesai ya ditutup lagi, terus buat apa bangun musala kalau tidak bisa dipakai untuk umum,” imbuh dia.

Selain hanya dibuka ketika ada kegiatan, beberapa fasilitas penunjang juga tak berfungsi. Salah satunya tempat wudlu. Meski terdapat kran air, selama ini kran belum bisa difungsikan. Lokasinya berada di sebelah seletan. Ada empat kran warna biru. Ketika dibuka, tak satu pun kran yang bisa mengucurkan air.

Di lokasi juga tak nampak pompa yang mengalirkan air ke lokasi tempat wudhu. “Kalau tidak salah akhirnya kemarin dibuatkan, tempat wudhu depan kantor KONI. Jadi waktu ada acara di GOR yang wudhu nunut disitu semua,” sahut Hardi pedagang lainnya. 

Tidak hanya itu, kondisi musala sampai kini masih terdapat beberapa kerusakan. Banyak retakan terlihat. Sedikitnya ada lebih dari 10 retakan. Lokasi kerusakan terlihat di sebelah pintu masuk. Dinding berwarna cokelat tak mulus seperti bangunan baru pada umumnya.

Selain belum mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan), musala ini juga belum memiliki nama. Lokasi untuk imam menggunakan tanda, pada dinding musala ditempel keramik warna hitam memanjang di dua sisi. Tengahnya diberi ornamen melengkung sebagai tanda lokasi untuk imam.

Dikonfirmasi hal ini Hadi Siswaji, Kepala Disporapar Jombang menerangkan pembangunan musala. “Dan untuk event-event tertentu,” katanya singkat. 

Seperti diberitakan, baru selesai beberapa bulan, pembangunan musala di GOR Merdeka Jombang sudah bermasalah. Sejumlah keretakan pada bangunan fisik terlihat.  Musala ini memiliki lebar sekitar 5 x 6 meter. Keretakan pada dinding utama, menjalar cukup panjang. Selain itu, musala juga tak dilengkapi halaman. Padahal anggaran musala ini cukup besar. (*)

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia