alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

RSUD Jombang Resmi Buka Program Pelayanan Embalming

11 Maret 2020, 12: 09: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

dr Rudy Prayudiya Ariyanto Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang menunjukkan pelayanan di ruang otopsi.

dr Rudy Prayudiya Ariyanto Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang menunjukkan pelayanan di ruang otopsi. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebagai salah satu rumah sakit rujukan, RSUD Jombang selalu memberikan pelayanan kesehatan secara lengkap dan terbaik.  Termasuk membuka Unit Forensik yang salah satunya pelayanan embalming (pengawetan jenazah).

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang dr Rudy Prayudiya Ariyanto menyampaikan, embalming atau pengawetan jenazah adalah tindakan medis melakukan pemberian bahan kimia tertentu seperti formalin. ”Dilakukan kepada tubuh orang yang sudah meninggal atau mayat untuk menunda terjadinya pembusukan dan menjaga penampilan luar jenazah supaya tetap mirip dengan kondisi sewaktu hidup,” ujarnya kemarin (10/3).

Pelayanan ini dilakukan secara profesional dan sesuai Standart Operating Procedure (SOP). Tujuan embalming sendiri untuk kepentingan pendidikan anatomi, keperluan jenazah perjalanan jauh, menghindari penularan penyakit, serta untuk memperpanjang masa pengkebumian. 

”Pengawetan dapat dilakukan langsung pada jenazah dengan kematian wajar, pada kematian tidak wajar pengawetan baru boleh dilakukan setelah pemeriksaan jenazah atau otopsi selesai dilakukan,” jelas dia. 

Diakuinya, permintaan pelayanan embalming dari masyarakat belum begitu banyak. Padahal, RSUD Jombang siap 24 jam untuk melayani warga masyarakat Jombang dan kabupaten/kota sekitarnya. Selain menerima pelayanan di rumah sakit, tim Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang juga siap melayani pelayanan embalming di rumah pemohon. 

”Namun kami lebih menyarankan pelayanan embalming di RSUD Jombang, karena dari segi privasi lebih terjaga,” paparnya. Untuk tindakan proses embalming, lanjut dia, harus dilakukan tenaga profesional. Tim dokter forensik terlebih dahulu akan memeriksa riwayat penyakit jenazah bersangkutan. 

Jika memiliki riwayat penyakit menular maka embalming tidak bisa dilakukan. Sesuai Permenkes Nomor 82 Tahun 2014 beberapa daftar penyakit menular diantaranya difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, kolera, rubella dan lain-lain. ”Sehingga kita perlu tahu riwayat kematian dahulu, kalau menderita penyakit menular maka tidak bisa kita lakukan,” pungkas dr Rudy. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia