alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim, Eksepsi Dua Terdakwa Ditolak

09 Maret 2020, 18: 25: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Bank Jatim

Ilustrasi, Bank Jatim (Google Image)

Share this      

JOMBANG – Upaya hukum yang dilakukan Wulang Suhardi, dan Supaim, terdakwa kasus kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang kandas. Itu setelah majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya menolak eksepsi keduanya.

“Agenda sidang Kamis (5/2) kemarin pembacaan putusan sela untuk eksepsi kedua terdakwa. Keputusannya ditolak, dua-duanya ditolak” terang Kasipidsus Kejaksaan Negeri (Kajeri) Jombang Muhammad Salahuddin.

Dalam sidang pembacaan putusan sela digelar di ruang sidang Cakra siang itu, majelis hakim juga memerintah untuk proses pemeriksaan pokok perkara kembali dilanjutkan.

Sidang selanjutnya, disebut Salahuddin akan digelar pada Kamis (12/3) depan. “Karena eksepsi ditolak agendanya sidang ke depan ini kita pemeriksaan saksi-saksi dari pihak JPU,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Salahuddin juga menambahkan, Dedy Nugrahadi salah satu terpidana kasus kredit fiktif KUR Bank Jatim yang sudah lebih dulu dijatuhi vonis, akhirnya membayar uang denda yang dibebankan padanya. “Ya, ada pembayaran denda kemarin dari salah satu terpidana senilai Rp 500 juta, sudah diserahkan ke kas negara,” bebernya.

Dedy sebelumnya merupakan penyelia kredit saat proses pencairan KUR Fiktif ini dilakukan. Dari putusan di mahkamah agung (MA), ia dijatuhi vonis hukuman selama empat tahun penjara dan denda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wulang Suhardi, mantan Anggota DPRD Jombang dan Supaim, orang kepercayaannya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengusutan kasus KUR Fiktif di Bank Jatim jilid II.

Dalam persidangan, keduanya didakwa JPU telah melakukan manipulasi hingga KUR untuk 11 debitur yang semuanya fiktif agar bisa diterima Bank Jatim Cabang Jombang. Namun, dengan power Wulang yang juga salah satu anggota dewan kala itu, pencairannya jadi mulus.

“Dakwaannya kan adanya rekomendasi Wulang ke Bambang selaku Pimcab Bank Jatim kala itu. Padahal secara on the spot para debitur itu tidak memenuhi persyaratan. Cuma karena yang membawa Wulang dan atas perintah dari Bambang penyelia kredit itu ya berusaha agar kreditnya dipenuhi,” rinci Salahuddin

Selain itu, JPU juga menyebut adanya peran Supaim yang bekerja sebagai koordinator debitur di lapangan. Tugasnya menghubungi para kreditur saat uang kredit sudah cair. “Yang disuruh ngurusi di lapangan Supaim ini. Ketika uang cair dari Bank Jatim, Supain memanggil dibitur itu. Atas perintah dia (Wulang Suhardi,Red) disuruh narik lagi untuk dimasukkan ke rekening istrinya,” tambahnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia