alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Presiden Klub hingga Manajer Tim PSID Jombang Kompak Mundur

06 Maret 2020, 15: 50: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

PSID Jombang saat mengarungi kompetisi Liga 3 musim lalu.

PSID Jombang saat mengarungi kompetisi Liga 3 musim lalu. (Rojiful Mamduh//Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Persiapan PSID menghadapi Liga 3 terganggu. Ini setelah Presiden PSID, Juliono, menyatakan mengundurkan diri. “Saya sudah menyampaikan mundur dari presiden PSID,” kata Juliono, kemarin. 

Dia mengaku sudah menyampaikan pengunduran diri itu kepada Askab PSSI Jombang. “Sudah seminggu lalu pengunduran diri ini saya sampaikan ke Askab PSSI,” ucapnya. Tepatnya pada 22 Februari lalu.

Ada sejumlah alasan dibalik pengunduran dirinya itu. Yang utama yakni soal kesibukan. “Saya sudah terlalu banyak kegiatan,” ungkapnya. Baik urusan pekerjaan maupun sosial. Dia memiliki banyak anak yatim binaan. Juga membina jamiyah salawat yang anggotanya cukup banyak.

Selain itu, dia juga sudah banyak berkorban untuk PSID. Selama kompetisi tahun 2018 dan 2019, dia sudah mengeluarkan dana ratusan juta untuk membiayai PSID mulai penyisihan grup hingga babak 32 besar nasional. 

Selama dua tahun berturut-turut PSID mampu masuk babak final 32 besar nasional. Untuk meraih hasil itu tidak mudah. Karena di zona Jatim saja harus bersaing dengan 40 tim. Kemudian masuk zona Jawa. Baru setelah itu ke zona nasional 32 besar. 

Dana yang digelontorkan pun tidak sedikit. Untuk sampai babak 32 besar nasional, tim menelan dana hingga Rp 900 juta. Sementara pada 2018, bantuan APBD yang diterima hanya Rp 22,5 juta. Serta Rp 500 juta pada 2019.  “Sudah capek di PSID. Uang yang saya keluarkan tidak sedikit tapi malah dapat banyak cemoohan,” urainya. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PSSI Jombang, Fatchur Rohman mengaku sudah mengetahui rencana pengunduran diri Juliono dari presiden PSID. “Tapi masih kita beri waktu satu minggu untuk istikharah,” ucapnya. Juliono diberi waktu seminggu untuk kembali memikirkan rencana pengunduran dirinya. Setelah itu, baru dibahas kembali dalam rapat. “Jadi kepastian mundur atau tidaknya masih menunggu satu kali rapat lagi,” pungkasnya. (*)

Mundur karena Ingin Hidup Santai

ALASAN mundur yang hampir sama juga disampaikan Manajer tim PSID, Arif Machfud. “Saya sudah mundur dari PSID,” kata Arif Machfud, kemarin. Ketika ditanya alasannya mundur, dia hanya menjawab singkat. “Saya ingin santai,” ucapnya. Selama dua tahun menjadi manajer PSID, Arif cukup total. Selalu ada untuk pemain. Tidak hanya memperhatikan kemampuan teknis bermain bola para pemain, namun juga penampilan pemain. 

Suatu ketika sejumlah  pemain dia suruh mengecat rambut. Alasannya, agar lebih percaya diri di lapangan. Sebab, para pemain tampak kurang percaya diri saat berlaga di lapangan. Hasilnya, permainan mereka menjadi lebih baik. 

Arif juga tak segan merogoh kocek pribadi untuk tim. Selama dua tahun menjadi  manajer, sudah ratusan juta yang dia keluarkan. Pada 2018, PSID hanya memperoleh bantuan APBD Rp 22,5 juta. Sementara PSID mengarungi liga 3 hingga babak final 32 besar nasional di Cilacap Jawa Tengah. Total dana yang dihabiskan disebut-sebut mencapai Rp 1,5 miliar. 

Sementara pada 2019, PSID menghabiskan anggaran hingga Rp 900 juta untuk mengarungi kompetisi hingga babak 32 besar nasional di Kediri. Namun hanya memperoleh suntikan APBD Rp 500 juta. Sehingga tetap harus tekor ratusan juta rupiah. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PSSI Jombang, Fatchur Rohman mengaku sudah mendengar pengunduran diri manager PSID Arif. Namun dia sendiri belum bisa menyampaikan sikap. “Akan akan kita bahas dalam rapat 21 Maret,” pungkasnya. (*)

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia