alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Harga Gula Pasir di Jombang Naik, Saat Ini Tembus Rp 16 ribu Perkilo

06 Maret 2020, 15: 29: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Harga gula pasir di Pasar Peterongan ini kini mencapai Rp 16 ribu per kilogram.

Harga gula pasir di Pasar Peterongan ini kini mencapai Rp 16 ribu per kilogram. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Harga komoditi gula pasir di pasar tradisional terus meroket sejak beberapa minggu terakhir. Jika dua pekan sebelumnya Rp 14 ribu perkilo, harga jual kemarin (5/3) mencapai Rp 16 ribu.  

Di Pasar Peterongan misalnya, gula menjadi salah satu komoditi utama yang paling banyak dicari pembeli. Agar tak merugi, beberapa penjual hanya menyediakan beberapa kilo saja dalam sehari. ”Sekarang sudah Rp 16 ribu, memang terus naik,” ujar Dedik Wanaris, 26, salah satu penjual sembako, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (5/3). 

Dua minggu sebelumnya, lanjut warga Rejoso ini, harga gula pasir di pasar masih berkisar Rp 14 ribu perkilo. Harga jual ini memang masih belum stabil karena naik Rp 500 setiap harinya. ”Sudah tiga hari ini Rp 16 ribu,” tambahnya.

Dia sendiri kurang mengerti penyebab terjadinya kenaikan harga gula pasir. Padahal, pasokan gula dari distributor cukup mudah didapatkan. ”Disana banyak stok,” jelas dia. Kenaikan harga gula ini pun menuai komplain dari para pelanggannya. Khususnya beberapa warga yang berjualan es teh. ”Iya, ibu-ibu pedagang juga banyak yang mengeluh, akhirnya omset kita menurun,” urainya. 

Hal senada disampaikan penjual gula yang lain, Dian Palupi, 34 yang mengaku omset penjualan gula setiap hari berkurang cukup banyak. Biasanya, dalam sehari dia bisa menjual satu sak yang berisi 20 kilogram gula. Sejak harga gula terus melambung, kini satu sak gula yang disediakannya tidak pernah habis. ”Memang pembeli berkurang, katanya mereka berhemat karena harganya naik,” ujar dia.  

Harga gula yang dia jual juga sama, Rp 16 ribu perkilo. Harga tersebut naik perlahan lahan sejak satu bulan terakhir. ”Saya juga kurang tahu naiknya kenapa, harganya naik terus setiap minggu,” tambah Dian. 

Karena itulah ia berharap pemerintah segera bersikap untuk memantau harga gula di pasar tradisional. Sebab, jika terus naik dikhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang ikut memainkan harga. ”Harapannya agar dicarikan solusi agar tidak naik terus,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia