alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

85 Hektare Sawah Padi Milik Warga Bandar Kedungmulyo Terdampak Banjir

05 Maret 2020, 09: 45: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi tanggul yang jebol sehingga membuat luapan air masuk ke persawahan milik warga.

Kondisi tanggul yang jebol sehingga membuat luapan air masuk ke persawahan milik warga. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Dampak banjir di Kecamatan Bandarkedungmulyo hingga hari kelima juga berdampak pada sektor pertanian. Total ada 85 hektare tanaman padi milik petani yang terendam banjir. 

Priadi Kepala Dinas pertanian (Disperta) Jombang menyebut, data terakhir yang dikantongi dari seluas 85 hektare yang terendam, masing-masing menyebar di empat desa. “Masing-masing di Desa Gondangmanis 20 hektare, Desa Brangkal 40 hektare, Desa Pucangsimo 20 hektare serta Desa Bandarkedungmulyo 5 hektare,” sebutnya dikonfirmasi kemarin (4/3).

Lahan seluas itu mayoritas merupakan tanaman padi. Dia tak menampik hampir seluruhnya tanaman sudah tak lagi muda alias akan memasuki masa panen. “Semuanya padi, kalau pun ada cabai atau yang lain itu jelas mati,” imbuh dia.

Kendati begitu, tanaman padi dinilainya masih tahan dari rendaman banjir. “Nanti kalau surut, masih hidup tanamannya. Berbeda kalau baru tanam memang mati,” ungkap Priadi.

Dari 85 hektar sawah itu sebagian besar tanaman padi. “Tidak ada tanduran macam-macam, semuanya padi.  Terkecuali pada MK 1 dan MK 2 biasanya memang ada variasi lain untuk holtikultura,” sambungnya. Saat ini langkah yang dilakukan masih melakukan pendataan. Informasi yang dia terima, permasalahan yang diutamakan untuk menyelesaikan banjir adalah terkait tanggul. “Jadi akan ditindaklanjuti dengan koordinasi Kabupaten Kediri,” terang dia.

Sebelumnya, Sukadi, 56, salah satu petani asal Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo terancam merugi besar. Sebab, tanaman padi seluas 2.800 meter persegi miliknya terendam banjir. ”Umurnya sudah dua bulan lebih, mulai njebul (muncul bulir padi, Red), jadi sudah keluar biaya banyak,” bebernya.

Yang memprihatinkan, dia sudah mengalami kerugian besar lantaran serangan hama. ”Ini sudah tanam dua kali, sebelumnya rusak semua diserang hama kul (keong, Red), sekarang kena banjir,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, M Ridwan, 47, anggota Kelompok Tani (Poktan) Brangkal 2 mengatakan, ada sekitar 25 hektare areal pertanian warga yang terdampak banjir. ”Tidak cuma padi, beberapa tanaman holtikultura di sisi barat tanggul yang mulai berbuah, semuanya terdampak, bahkan sudah hampir bisa dipastikan puso (gagal panen),” pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia