alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tumpukan Limbah Aluminium di Desa Brangkal Akhirnya Diangkut Balik

02 Maret 2020, 11: 22: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pengerukan kembali limbah B3 yang dibuang di permukiman warga  Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Proses pengerukan kembali limbah B3 yang dibuang di permukiman warga Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Keluhan warga Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo terkait keberadaan abu aluminium yang dibuang di wilayah permukiman akhirnya ditindaklanjuti. Kemarin tumpukan karung berisi abu slag aluminium mulai dibersihkan.

Pantauan di lokasi, Minggu (1/3) kemarin, sebuah kendaraan berat didatangkan ke lokasi untuk membersihkan tumpukan slag aluminium. Tak hanya itu, keberadaan slag aluminium yang digunakan urug salah satu rumah warga juga ditarik.

Sebuah dump truk dengan berpenutup terpal di atasnya juga terlihat disiagakan tak jauh dari lokasi pengerukan limbah ini. Tiga orang juga terlihat mengawasi pekerjaan ini, kendati saat didekati wartawan, ketiganya memilih pergi menjauh tanpa memberikan keterangan sama sekali.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Wasdal Gakkum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Yuli Inayati membenarkan adanya pengerukan limbah itu. ”Jadi kalau kegiatannya sudah dua minggu terakhir. Awalnya memang pakai cara manual, tapi setelah dinilai kurang efektif, hari ini (kemarin,Red) baru pakai alat berat akhirnya,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (1/3).

Ina menyebut, seluruh abu aluminium yang sebelumnya sudah ditimbun di pondasi rumah itu, memang akan diambil dan diangkut kembali. Namun, limbah ini belum akan ditaruh dan diserahkan ke pihak pengolah limbah jenis B3 dalam waktu dekat. ”Karena pertimbangan biaya yang besar, limbahnya dikembalikan ke TPS (tempat pembuangan sementara) di Sumobito, tapi dengan perjanjian akan tetap diserahkan ke pihak ke tiga untuk dibawa ke tempat pengolahan nantinya,” lanjutnya.

Untuk biaya pengangkutan, pihaknya menyebut seluruhnya akan ditanggung semua pihak yang terkait dengan pembuangan limbah liar di wilayah itu. ”Jadi mulai pembuang, transporter, sopir yang dulu membawa sampai pemilik tanah kan sudah ada datanya, mereka yang harus bertanggung jawab, mereka diminta urunan,” tambahnya.

Ia juga menyebut, telah menyiagakan beberapa petugas di titik pengambilan dan juga TPS tempat meletakkan limbah ini. Seluruh kegiatannya juga telah dicatat. ”Jadi kita mau pastikan dia tidak ngecer membuang sembarangan, harus benar-benar ditaruh di TPS sampai nanti dikirim ke pengolah,” beber Ina.

Untuk limbah yang harus diambil, Ina menyebut jumlahnya memang cukup  banyak, kendati demikian, pihaknya menyebut proses ini akan berakhir di minggu ini. ”Kalau yang ditaruh di situ kan delapan rit, tapi yang diangkut kalau hitungan kami sampai 10 rit nanti, soalnya kan sama tanah uruk juga,” lontarnya.

Setela diangkut, pihaknya juga berencana akan melakukan pengujian dan pengambilan sampel kembali untuk tanah di lokasi. ”Kita juga akan memastikan seluruh kandungan limbahnya sudah terangkut di tanah, jadi sampel limbah kemarin masih diuji, nanti setelah diambil ita akan ambil sampel lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tumpukan limbah abu aluminium yang diletakkan di pondasi rumah milik warga Dusun/Desa Brangkal Kecamatan Bandarkedungmulyo dikeluhkan warga sekitar sejak tiga bulan lalu. Ini setelah munculnya bau menyengat dari limbah itu. Belakangan diketahui, limbah itu merupakan buangan pengusaha aluminium dari wilayah Sumobito. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia