alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Wik-Wik Pacar di Tunggorono, Pemuda Asal Desa Jogoroto Dipolisikan

02 Maret 2020, 11: 20: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ahmad Abdul Latif, 25, pemuda Desa/Kecamatan Jogoroto saat berada di Mapolres Jombang.

Ahmad Abdul Latif, 25, pemuda Desa/Kecamatan Jogoroto saat berada di Mapolres Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Ahmad Abdul Latif, 25, warga Desa/Kecamatan Jogoroto harus berurusan dengan polisi. Menyusul perbuatannya nekat mencabuli R, 16, yang tak lain pacarnya sendiri.

”Terhadap pelaku sudah berhasil kita amankan, masih proses penyidikan di unit PPA,” terang Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan.

Kejadian ini bermula perkenalan korban dengan pelaku akhir 2019 lalu. Dari perkenalan awal itu, pelaku terus mendekati korban, hingga keduanya pun berpacaran. Hubungan keduanya semakin  dekat. Pelaku sering mengajak korban jalan-jalan.

Salah satunya di salah satu penginapan di wilayah Tunggorono Jombang. Pelaku merayu korban agar mau diajak berhubungan intim, sebagai bukti ketulusan cinta. ”Modusnya memang bujuk rayu, selain bukti cinta, pelaku juga menjanjikan akan menikahi korbannya ini,” lanjut Kapolres.

Hingga satu bulan berpacaran, Latif pun terus merayu AR agar mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan, dari pengakuannya kepada polisi, ia telah melakukan hubungan itu setidaknya lima kali selama satu bulan berpacaran. ”Perbuatannya ini, biasa dilakukan pelaku di penginapan di Tunggorono,” imbuhnya.

Namun, bukannya menepati janjinya untuk menikahi AR, Latif justru mulai menjauh dan mencoba lari dari AR setelah merusaknya. Hal inipun membuat AR murung dan bersikap berbeda. Kedua orangtuanya yang curiga lantas mencecar korban. ”Korban akhirnya cerita ke orang tua, selanjutnya melapor polisi,” bebernya.

Usai mendengar keterangan korban, petugas bergerak menyelidiki dan berhasil mengamankan pelaku. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 2 subsidair Pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI nomor  23 tahun 2004 tentang perlindungan anak. ”Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolres Bangkalan. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia