alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Perahu Tambang Terbalik di Sungai Brantas; Empat Hilang, Dua Selamat

02 Maret 2020, 10: 59: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pencarian empat korban tenggelamnya perahu penyeberangan di sungai Brantas yang dilakukan Basarnas.

Proses pencarian empat korban tenggelamnya perahu penyeberangan di sungai Brantas yang dilakukan Basarnas. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Sebuah perahu penyeberangan yang membawa lima orang penumpang dan satu ABK terbalik di sungai Brantas di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo Sabtu (29/2) malam. Dua orang berhasil selamat, sementara empat lainnya hilang terbawa arus sungai.

Kariyo, Kepala Dusun Klaci mengungkapkan, insiden perahu terbalik terjadi sekitar pukul 22.00. Awalnya, perahu yang dikemudikan Surip, 45, sedang menyeberangi sungai Brantas dari wilayah Patianrowo, Kabupaten Nganjuk hendak berlabuh di sandaran Dusun Klaci. “Di perahu itu, sedang ada lima penumpang sama satu pengendali perahunya. Ada sepeda motor juga tiga,” terangnya kemarin (1/3).

Nahas, baru saja perahu bergerak menuju ke tengah, tiba-tiba baling-baling perahu ini berhenti bergerak disusul mesin dieselnya mati. “Baling-balingnya macet karena ada sampah, sehingga perahu tidak bisa bergerak. Perahu sudah lewat masuk ke wilayah sini,” lanjutnya.

Baca juga: Proyek Jembatan Baru Ploso Dimulai, Pengosongan Lahan Segera Dilakukan

Akibat mesin pendorong kapal terhenti, diperparah dengan tali sling yang tak digunakan, seketika perahu itu terseret arus sungai yang sedang deras menuju arah utara. Hingga akhirnya, perahu ini terbalik dan hancur setelah jatuh di pintu air sungai Brantas Dusun Klaci. “Keseret arus lumayan jauh, dari sini (Pintu air,Red) sampai titik tambangan sana sekitar 400 meter,” tambahnya.

Akibat kejadian ini, seluruh penumpang berikut muatan tercebur ke sungai. Dua orang berhasil selamat setelah berhasil menyelam ke pinggir sungai. Namun, empat lainnya, termasuk pengendali perahu hanyut terseret arus. “Dua orang berhasil berenang ke pinggir, sementara 4 orang masih dalam upaya pencarian,” terang  Komandan Tim Basarnas Surabaya Novix Heriadi.

Korban selamat, adalah Sukar, 55 warga Dusun Klaci, Desa Brodot dan Feriansyah, 25, warga Dusun Sentanan, Desa Ngerombot, Kecamatan Patihanrowo, Kabupaten Nganjuk. 

Sementara empat korban hilang, di antaranya Surip, pengendali perahu, Anista Sugandis, 18, (anak Sukar, Red), sepasang kekasih yakni Dadang, 22, dan Lutvy Dwi Septina, 23.

Pantauan di lokasi, hingga Minggu (1/3) sore, upaya pencarian masih dilakukan tim gabungan dari basarnas dan relawan.

Menggunakan beberapa perahu karet, petugas menyisir aliran sungai Brantas sepanjang 7-11 kilometer untuk mencari korban. “Pencarian kita maksimalkan dengan 4 perahu karet. Sesuai SOP kita lakukan pencarian selama 7 hari,” pungkas Novix. (*)

Sudah Lapor ke Dishubprov

SEMENTARA itu, insiden perahu penyeberangan terbalik di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo juga mendapat respons Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang.

”Sudah saya sampaikan ke provinsi,” terang Hartono Kepala Dishub Jombang, kemarin.

Menurut Hartono,  sebenarnya sudah pernah ada bantuan alat keamanan bagi penumpang jasa perahu tambang yang diberikan dari Dishub Provinsi. ”Pernah ada bantuan untuk pelampung dan jaket, cuma memang belum seluruhnya dapat,” bebernya.

Di wilayah jombang sendiri, sedikitnya ada sekitar 32 titik lokasi jasa penyeberangan, tersebar mulai dari wilayah Kesamben-Bandarkedungmulyo. “Jadi data terakhir jumlahnya ada 32 penyeberangan mulai ujung barat di Bandarkedungmulyo sampai timur di Kesamben,” katanya dikonfirmasi, kemarin (1/3).

Meski begitu pihaknya tak bisa menganggarkan bantuan alat keamanan kepada pelaku jasa penyeberangan di sungai Brantas. ”Karena kewenangan di ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, Red) Dishub Jatim, sehingga kita tidak boleh menganggarkan,” imbuh dia.

Dia merinci, di wilayah Brodot terdapat lima titik jasa perahu penyeberangan. Seluruhnya menggunakan satu perahu dengan rute penyeberangan menuju Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. “Masing-masing dua lokasi ke Desa Ngrombot dan Desa Sentenan, satunya ke Desa Pecuk. Jadi seluruhnya ke Patianrowo,” terang Hartono sembari menyebutkan.

Terkait insiden kecelakaan kecelakaan perahu tambang ini,  sementara hanya bisa melapor ke provinsi. ”Karena tanggungjawab ada di sana. Mulai dari spesifikasi perahu, keahlian operator atau alat pertolongan pada penumpang, semua di provinsi,” sambung Hartono. (*)

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP