alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Naik ke Penyidikan, Kasus Dana Desa Mojowarno Belum Ada Tersangka

26 Februari 2020, 18: 51: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Kasatreskrim Polres Jombang (Dok/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Lama tak terdengar kabarnya, proses hukum kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Mojowarno masih terus berjalan. Polisi, menyebut kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. Hanya saja, ketetapan tersangka belum disampaikan.

“Ya, prosesnya sudah dinaikkan, sebelumnya masih lidik sekarang sudah masuk tahap penyidikan,” terang AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Kasatreskrim Polres Jombang kepada koran ini kemarin (25/2).

Meningkatnya perkembangan kasus ke tahap penyidikan ini, lanjutnya, setelah pihaknya memeriksa tujuh orang saksi baik mantan Kepala Desa Mojowarno dan beberapa orang lainnya. “Dari pemeriksaan itu sudah ada dua alat bukti, ya kita nyatakan naik penyidikan,” lanjutnya.

Kendati demikian, penetapan tersangka dalam kasus ini belum bisa dilakukan. Ambuka beralasan, pihaknya masih harus menunggu proses audit nilai kerugian negara yang sedang  dilakukan Inspektorat Jombang.

“Kita nunggu dari Inspektorat untuk ngitung kerugian negara dulu, apakah kerugian ini bisa dipertanggung jawabkan atau tidak. Kalau memang tidak bisa dipertanggungjawabkan ya tentu Kuasa Pengguna Anggaran nanti yang akan menjadi tersangka,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun 2018 lalu, Desa/Kecamatan Mojowarno menganggarkan tiga pekerjaan fisik yang hingga akhir tahun dilaporkan realisasi 100 persen, namun pekerjaan fisik belum rampung. Tiga proyek fisik itu meliputi pembangunan Gedung PKK dengan nilai proyek Rp108 juta , Gedung atau Balai RW dengan nilai proyek sebesar Rp 108 juta serta proyek pembangunan drainase bernilai Rp 28 juta.

Sejak pertengahan 2019 lalu, kasus ini dalam penyelidikan Satreskrim Polres Jombang. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari kasus ini pencairan DD 2019 untuk Desa Mojowarno tak diberikan selama setahun penuh. Bahkan, alokasi dana desa (ADD) juga hanya cair di tahap pertama saja. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia