alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Dua Tahun Nyabu, Jukir Stasiun Jombang Dibekuk Polisi

16 Februari 2020, 18: 36: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Agung Arianto, 37, seorang pegawai Stasiun Kereta Api Jombang, ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Jombang.

Agung Arianto, 37, seorang pegawai Stasiun Kereta Api Jombang, ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Agung Arianto, 37, seorang pegawai Stasiun Kereta Api Jombang, ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Jombang. Ini setelah ulahnya nekat nyabu di lokasi tempatnya bekerja.

“Tersangka ditangkap di areal Stasiun Jombang saat sedang asyik nyabu,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid. Penangkapan ini bermula dari laporan penyalahgunaan sabu yang sering dilakukan di areal stasiun. Polisi yang melakukan pemantauan, akhirnya berhasil mengendus Agung, yang juga pegawai tetap sebagai tukang parkir.

“Saat itu pelaku diketahui sedang nyabu. Kita melihat dan langsung gerebek, pelaku ditangkap tanpa perlawanan,” lanjutnya. Dalam penangkapan warga Dusun Tebon, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek ini ditemukan seperangkat alat hisap serta sisa sabu seberat 0,39 gram.

Kepada polisi, Agung mengaku telah dua tahun terakhir akrab dengan barang haram itu. Dia beralasan, sabu digunakannya setiap hari untuk menambah semangat dan staminanya bekerja. “Setiap seminggu dua kali beli sabu, satu bulan sebanyak 8 kali. Gajinya sebagai pegawai di Stasiun Kereta Api dipakai beli sabu, sisanya dikasihkan istrinya," imbuh Mukid.

Akibat perbuatannya, kini ia harus meringkuk dibalik jeruji penjara. Polisi juga menjeratnya Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Kasusnya masih dikembangkan, karena dia mengaku mendapat pasokan dari salah satu pengedar di Jombang,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia