alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Baru Direhab dengan Dana Rp 3 Miliar, Plafon Puskesmas Kesamben Jebol

16 Februari 2020, 17: 49: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Plafon di salah satu ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol.

Plafon di salah satu ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol. (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Plafon di salah satu ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben, diketahui jebol kemarin (15/2). Padahal, bangunan puskesmas ini baru selesai direhab total Desember 2019. Akibatnya, pelayanan kesehatan dipindah ke lokasi ruang inap lainnya.

Seperti terlihat Sabtu pagi kemarin, plafon yang jebol berlokasi di ruang inap I lantai 1. Lokasinya berada di belakang ruang UGD. Ruangan yang berlokasi di pojok barat puskesmas ini nampak kosong dan menyisakan empat almari kecil. Sementara tiga ranjang pasien dalam kondisi kosong.

Di sudut barat, terlihat plafon yang ambrol masih belum dibersihkan. Lantai dan meja di bawah reruntuhan plafon juga masih kotor. “Ini memang baru dua hari lalu, kejadiannya siang, kalau ambrol karena ada bocor di atasnya,” terang salah satu petugas kesehatan di lokasi.

Plafon di salah satu ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol.

Plafon di salah satu ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol. (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

Ia menuturkan, sejak dihuni pertengahan Desember 2019 lalu, di beberapa titik ruangan memang sudah ditemukan rembesan dan bocor. Paling parah berada di ruang inap tersebut. “Jadi awal itu sudah bocor, sempat tidak digunakan, kemudian sudah diperbaiki, tapi terus kembali lagi,” lanjutnya.

Wanita berkerudung cokelat ini bahkan menyebut dalam seminggu terakhir, ruang inap tak lagi digunakan. Sejak muncul rembesan karena bocor, maka ruang inap dinilai membahayakan pasien. “Harusnya empat sampai enam orang muat, cuma karena bocor, akhirnya pasien dipindah. Jadi ambrol tidak digunakan sampai kejadian ambrol kemarin,” ucapnya sembari berlalu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Kesamben Meridian Geodesi menyebut kerusakan pada ruang rawat inap memang sudah diprediksi terjadi beberapa hari sebelumnya. Hingga kini, seluruh pelayanan untuk menginap pasien telah dipindah ke ruang inap II yang lokasinya berada di gedung sebelah timur.  “Pelayanan sudah kita alihkan ketika berisiko terjadinya ambrol. Kita sudah antisipasi dengan memindahkan ke bagian yang aman,” sebut dia.

Saat ini, Puskesmas Kesamben hanya menggunakan satu ruang inap di bangunan sebelah timur. Ruang inap ini hanya berkapasitas 5 tempat tidur pasien. Menurutnya, Puskesmas Kesamben biasanya melayani 5-6 pasien rawat inap. Meridian mengklaim pelayanan rawat inap tidak terganggu dengan berkurangnya satu ruang rawat inap.

"Pelayanan aman tidak terganggu. Selama ini sih hanya 5-6 pasien, tidak terlalu banyak," kata Meridian. Pihaknya berharap, perbaikan dapat segera dilakukan, terutama pada beberapa kerusakan yang kini mulai muncul. “Harapannya tentu bangunan bisa bertahan lama, kalau ada yang perlu diperbaiki ya segera diperbaiki. Ini kan masih masa peliharaan, kita juga sudah komunikasi dengan pihak kontraktor," pungkasnya.

Untuk ditekahui, pembangunan Puskesmas Kesamben adalah proyek yang digawangi Dinas Kesehatan Jombang 2019. Menyedot anggaran hingga Rp 3.066.731.738,49 dari APBD Jombang 2019, proyek ini dikerjakan PT Wiratama Graha Raharja, yang beralamat di Jl Pagesangan 4 Kencana 2/25 , Kota Surabaya, dan dikerjakan sejak Juni 2019 hingga Desember 2019.

Komplain Dinkes Belum Direspons

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Subandriyah, menyebut telah mengetahui kerusakan atap di Puskesmas Kesamben. Dia bahkan menyebut kerusakan itu buah dari komplain yang beberapa kali dilayangkan kepada pihak penyedia, namun belum mendapat tanggapan.

“Kita sudah layangkan komplain ke penyedia ya, cuma memang belum direspons serius, mungkin dengan ini nanti penyedia bisa melihat dan mengerjakan langsung kerusakannya di mana,” terangnya saat dihubungi lewat sambungan selularnya, kemarin petang (15/2).

I’ah, sapaan akrabnya, menyebut permasalahan rembesan air di gedung Puskesmas Kesamben yang baru, sudah diketahui sejak sebulan lalu. Dia sendiri bahkan mengaku telah melihat gedung untuk melihat langsung kondisinya.

“Saya sudah cek kesana, sebulan lalu ada air merembes, saya tidak tahu dari mana sumbernya, sudah kita cari juga berkali-kali darimana sumbernya. Dari penyedia hari ini katanya dikerjakan,” lanjut dia.

Pihaknya mengaku sudah memerintahkan kepada kepala Puskesmas Kesamban untuk tidak menggunakan dulu ruangan yang kondisinya dinilai membahayakan pasien. Sambil menunggu perbaikan dilakukan pihak kontraktor.

“Karena ini dalam setahun masih tanggung jawab dia (kontraktor, Red) untuk perawatan, kami berharap segera dikerjakan. Kita tidak menarget sampai kapan, yang jelas harus baik lagi,” pungkas kakak kandung Wabup Sumrambah ini.

Pembangunan Dinilai Amburadul

ANGGOTA Komisi C DPRD Jombang Miftahul Huda menilai pembangunan Puskesmas Kesamben amburadul. Sehingga baru digunakan dua bulan, ternyata sekarang kondisi atap salah satu ruang, sudah ada yang ambrol.

”Waktu saya melihat semuanya begitu amburadul, masak plafon bisa runtuh semua,” katanya dengan nada tinggi, kemarin (15/2). Disampaikan, setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait kerusakan puskesmas, dia langsung datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya. Kebetulan Huda juga bertempat tinggal di Kesamben sehingga cukup dekat melihat langsung.

”Tadi pagi (kemarin, Red) saya langsung cek lokasi ditemani kepala puskesmas,” ungkapnya. Dia menambahkan, tidak hanya plafon yang rusak, banyak saluran air yang mampet sehingga tidak bisa berjalan dengan lancar. Bahkan, kamar mandi sudah tidak bisa digunakan lagi.

”Kan kasihan pasien tidak bisa menggunakan kamar mandi, bagaimana itu perencanaan maupun pembangunannya,” tanya dia geram. Untuk itu, dia meminta agar PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) mendesak kepada kontraktor untuk  segera memperbaiki. Saat ini, proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan.

”Paling tidak dua minggu harus segera diperbaiki,” imbuhnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan internal Komisi C DPRD Jombang untuk menentukan langkah tegas. Apabila selama dua minggu tidak ada penyelesaian, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada semua pihak.

”Kami juga akan tinjau kembali bagaimana progres perbaikannya,” terangnya. Lebih dari itu, pihak kontraktor harus dimasukan dalam daftar hitam alias blacklist. Sehingga tahun ini kontraktor tersebut seharusnya tidak bisa mengikuti lelang dan mendapatkan paket proyek. ”Sekarang saja pekerjaannya seperti itu, kita harus tegas agar pembangunan di Jombang tidak amburadul,” pungkas Jazuli. (*)

(jo/riz/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia